Kamis, 14 Dec 2017
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Koramil Kalipuro Nobar Film G30S/PKI

Selasa, 26 Sep 2017 09:10 | editor : Ali Sodiqin

MENYAKSIKAN: Forpimka Kalipuro beserta warga nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI di Koramil Kalipuro, Sabtu malam lalu (23/9).

MENYAKSIKAN: Forpimka Kalipuro beserta warga nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI di Koramil Kalipuro, Sabtu malam lalu (23/9). (KRIDA HERBAYU/RABA)

KALIPURO - Koramil Kalipuro bersama 24 anggotanya menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) Film Pengkhianatan G30S/PKI bersama warga sekitar. Acara nobar serentak itu akan di mulai tanggal 21 September hingga 30 September yang dilakukan masing – masing Koramil. Pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI, Sabtu malam lalu (23/9) dihadiri oleh Forpimka Kalipuro dan juga tokoh masyarakat di Kecamatan Kalipuro.

Pemutaran film tersebut dimulai pukul 19.00, Durasi film yang tadinya tiga jam dipangkas hingga berdurasi satu jam. Hal tersebut karena banyak adegan yang mengandung unsur kekerasan sehingga di edit dan dihilangkan. Dan juga dalam acara nonton bareng banyak juga anak di bawah umur 17 tahun yang menonton pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI itu.

Danramil Kalipuro, Lettu (ifn) Misdari mengatakan, bahwa kegiatan ini digelar, bertujuan agar mengingatkan kembali kepada masyarakat tentang sejarah kelam yang pernah terjadi di negara Indonesia ini. Gerakan Pengkhianatan yang dilakukan oleh PKI ini bertujuan untuk mengganti paham ideologi Pancasila dengan Ideologi Komunis yang sangat bertentangan dari ajaran-ajaran agama yang ada di Indonesia. "Komunis sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila khususnya Sila pertama," ujar Misdari.

Selain itu di saat yang bersamaan dalam wawancara Mayor (Arh) Mohamad Ridwan perwakilan dari Kodim Banyuwangi menjelaskan, pasukan PKI melakukan penculikan terhadap petinggi TNI yang mereka anggap berpengaruh besar terhadap kegagalan rencana buruk mereka.“Semoga dengan adanya kegiatan ini, kejadian tempo dulu tidak terulang kembali, dan masyarakat bisa hidup damai dan sejahtera,” ungkap Ridwan.

Sementara itu, Joko Saputro masyarakat Dusun Tirtopuro yang menyaksikan film tersebut mengungkapkan, apresiasi dan terima kasih dengan adanya pemutaran film ini dan berharap pemutaran film ini dapat berlanjut setiap tahunnya, agar sejarah kelam ini tidak terulang kembali di kemudian harinya.“Kami sangat senang dan terima kasih atas pemutaran film ini dan bila perlu setiap tahunnya dapat berlanjut,” ucap Joko. (kri)

(bw/anf/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia