Senin, 23 Oct 2017
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

Butuh Enam Orang Pengawas Pemilu Tiap Kecamatan

Minggu, 24 Sep 2017 14:25 | editor : Ali Sodiqin

RAMAI: Kantor sekretariat Panwascam di Jalan Madura ramai dengan warga  yang datang untuk mengambil formulir pendaftaran kemarin

RAMAI: Kantor sekretariat Panwascam di Jalan Madura ramai dengan warga yang datang untuk mengambil formulir pendaftaran kemarin (LAILY MASTIKA/JPRS)

SITUBONDO – Pendaftaran angggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dimulai kemarin (23/09). Hingga sore hari, baru terdata belasan orang yang mendaftar Panwascam untuk pemilu Gubernur tahun 2018 dan legislatif tahun 2019. Sebagian besar masih mengambil formulir, belum ada yang mengembalikan formulir.

Sekretaris Kelompok Kerja Pembentukan Panwascam Kabupaten Situbondo, Ubaidillah mengatakan, membutuhkan 51 pengawas pemilu di kecamatan. Peserta boleh mendaftar sesuai dengan domisili kecamatan yang tertera di KTP.  “Misalkan, domisili Kecamatan Panarukan, maka dia dilarang untuk mendaftar di Kecamatan Kapongan atau Mangaran,” ujarnya.

Ubaidillah menjelaskan, pengambilan dan pengembalian formulir kepada panitia dapat dilakukan sejak kemarin (23/09) hingga Jumat (29/09) mendatang.Peserta akan menjalani tiga tahapan tes, yaitu administrasi, tulis dan wawancara. Dia merinci setiap kecamatan membutuhkan tiga orang pengawas. Namun, juga tiga orang sebagai cadangan. Jadi, total yang kita perlukan 6 orang tiap kecamatan.  “Dari seleksi administrasi kita ambil 120 orang untuk ikut tes tulis, dan  yang lolos selanjutnya diseleksi lagi dengan wawancara,” ujarnya.

Diterangkan, peserta yang lolos menjadi Panwascam akan ditetapkan menjadi pengawas untuk pemilu Gubernur tahun 2018 maupun legislatif atau presiden tahun 2019. Sehingga, diharapkan dapat bekerja sesuai dengan kewajibandan aturan yang berlaku. Yaitu tidak bersikap diskriminatif atau bersikap adil. Jika ada pengawas pemilu terbukti atau terindikasi ada keberpihakan terhadap salah satu peserta pemilu, maka sanksinya adalah pemberhentian. “Itu berlaku untuk semua pengawas dari berbagai jenjang.Tentu melalui proses oleh Dewan Kehormatan Pemilu,” jelasnya.

Ubaidillah menambahkan, pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh pengawas sebagai penyelenggara maka sanksinya berupa surat peringatan ringan, keras, dan pemberhentian. Namun, jika melakukan pelanggaran terhadap proses pelaksanaan, maka dikenai sanksi pidana. “Seperti ketika mengetahui ada pelanggaran terhadap pelaksanan namun dibiarkan oleh pengawas, maka dia dikenai sanksi pidana,” tandasnya.

Salah satu panitia penjaga berkas formulir pendaftaran, Rofika Jamila mengatakan, hingga sore kemarin, tercatat 12 orang datang langsung ke sekretariat Panwascam  di jalan Madura nomor 17 untuk mengambil formulir. Tidak ada pendaftar yang mengembalikan formulir. “Kalau sudah dikembalikan maka mereka secara resmi melakukan pendaftaran calon panwascam,” paparnya.

Rofika menuturkan, formulir pendaftaran juga dapat diambil di setiap kantor kecamatan. Karena, sudah disebar ke seluruh 17 kecamatan. “Sehingga, untuk jumlah pasti berapa orang yang mengambil formulir pendaftaran, kami masih belum tahu,” pungkasnya.

Salah satu calon pengawas yang mengambil formulir dari Kecamatan Panarukan, Fatur Rosi mengungkapkan, tahun ini adalah kedua kalinya dia mengikuti seleksi pengawasa pemilu. Beberapa tahun lalu dia pernah ikut dan berhasil lolos. “Semoga tahun ini juga lolos. Saya optimis,” tukasnya.(ily)

(bw/ily/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia