Senin, 23 Oct 2017
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

Rumah Karaoke Rata dengan Tanah

Minggu, 24 Sep 2017 10:15 | editor : Ali Sodiqin

RUSAK TOTAL: Kondisi rumah karaoke di Jalan Tembus, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan setelah terbakar kemarin

RUSAK TOTAL: Kondisi rumah karaoke di Jalan Tembus, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan setelah terbakar kemarin (HABIBUL ADNAN/JPRS)

PANARUKAN – Kebakaran Terjadi di jalan tembus, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, kemarin (21/09). Sebuah kafe sekaligus rumah karaoke habis dilalap api hingga rata dengan tanah. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 kemarin.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sebab, tempat karaoke tersebut kebetulan sedang tutup. Yayak,40, pemilik bangunan semi permanen itu mengaku hanya buka pada malam hari. “Kalau siang hari seperti ini sepi karena tutup,” katanya.

Pria asal Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo itu mengatahui kafe miliknya terbakar sekitar 30 menit setelah kejadian. Saat itu, bangunan pagar bambu tersebut sudah rata dengan tanah. “Saya lihat ada asap dari kejauhan. Tahu-tahunya ternyata kafe saya yang terbakar,” ujarnya.

Kasie pemadam kebakaran Satpol PP Kabupaten Situbondo, Hadi Siswoyo mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib. “Tapi Kemungkinan karena ada warga yang membakar sampah di sekitar lokasi kejadian,” katanya.

Pria yang akrab disapa Cecek itu mengaku, di sebelah selatan dan barat kafe ada lahan yang juga terbakar. Kata dia, pada saat bersamaan terbakar lahan seluas tiga hektare. “Kami perkirakan apinya berasal dari lahan ini yang merembet ke kafe,” imbuhnya.

Untuk proses pemadaman, pihaknya menerjunkan lima untit mobil damkar. Amukan si jago merah berhasil dihentikan sekitar dua jam kemudian. Saat ini, di sekitar lokasi sudah dipasangi garis polisi. “Khawatir ada yang masuk karena masih ad sisa-sisa api dari dahan kayu yang terbakar,” katanya.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas menghitung jumlah kerugian materi yang ditimbulkan. Cecek mengaku, kerugiaan diperkirakan mencapai Rp.50 juta. “Karena banyak barang-barang berharga yang habis. Seperti peralatan karaoke,” katanya.

Pantauan di lokasi, tempat karaoke tersebut memang rata dengan tanah. Pagarnya yang terbuat dari bambu habis terbakar. Yang tersisa hanya atapnya dari asbes. Di sekitar kafe tampak hamparan lahan terbakar. Di beberapa titik masih terlihat ada asap. (bib)

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia