Selasa, 17 Oct 2017
radarbanyuwangi
icon featured
Features

King’e Production House Luncurkan Single Sedelo Baen Lewat Vokal Maya Aulia

Sabtu, 16 Sep 2017 16:55 | editor : Ali Sodiqin

TALENTA MUDA: Pelantun Abang-abang Lambe Maya Aulia memiliki potensi menjadi penyanyi yang bisa diorbitkan oleh King’e PH.

TALENTA MUDA: Pelantun Abang-abang Lambe Maya Aulia memiliki potensi menjadi penyanyi yang bisa diorbitkan oleh King’e PH. (KING’E PH FOR RABA)

TALENTA anak muda Banyuwangi di dunia tarik suara semakin menjamur. Kualitas suara tidak perlu diragukan lagi. Lagu yang dinyanyikannya pun dari berbagai genre. Yang membuat bangga, talent-talent muda itu tidak melupakan lirik-lirik lagu Oseng.

DEDY JUMHARDIYANTO, Banyuwangi

Banyaknya talenta muda Banyuwangi di dunia tarik suara menginspirasi King’e Production House (King'e PH) untuk mengaktualisasikan bakat mereka dalam sebuah karya musik yang memiliki nilai daya jual. King’e PH ini berusaha mengembangkan kemampuan dan profesionalisme musisi dan penyanyi-penyanyi Banyuwangi yang kini sudah sangat menjamur.     

Me-manage para musisi, penyanyi, dan band hingga menjadi brand adalah target King’e PH. Produser King’e PH, Yz Justice, mengatakan, Banyuwangi selain terkenal dengan wisatanya juga terkenal dengan musik Osengnya.

Musik khas Banyuwangi berbahasa Oseng ini sangat disukai hampir di seluruh Indonesia. “Saat kita bepergian ke Surabaya, Bali, atau Malang sepanjang perjalanan pasti ada sahabat pemusik jalanan yang menyanyikan lagu Banyuwangi,” kata Yz Justice.

Artinya, lanjut Justice, musik Banyuwangi telah diterima di semua lapisan masyarakat dan di mana pun berada. Penyanyi-penyanyi Jakarta pun kerap menyanyikan lagu Oseng. Musik Banyuwangi biasanya dibawakan pada saat pesta pernikahan, acara-acara pesta rakyat seperti petik laut, promo, bazar, acara-acara tahunan seperti tahun baru, hari raya, dan acara tertentu lainnya.

Namun, saat ini situasi sudah berubah 180 derajat. Lagu Banyuwangi sudah telanjur melejit bersamaan dengan pembangunan pariwisata yang juga mendunia. “Kami tentu bangga dengan keberhasilan ini, maka sebagai anak muda Banyuwangi kami ingin menjadi bagian dari keberhasilan ini, melalui jalur musik,” kata Yz Justice yang juga alumni SMAN 2 Banyuwangi tahun 1997 ini.

Sebagai PH, lanjut dia, dirinya sudah mulai bergerak dengan mencari talenta penyanyi muda yang mengandalkan kualitas vokal dan penampilan.  Faktor percaya diri dan karisma seorang penyanyi juga menjadi perhatian. “Jika Anda memiliki karakter-karakter vokal yang spesial sebagai penyanyi, maka King’e PH dapat mengembangkan karakter-karakter tersebut,” ujarnya.

Salah satu debutan awal adalah Maya Aulia. Wanita asli Banyuwangi ini beruntung dipilih oleh King’e PH. Bahkan, dia berhasil menyanyikan grand single-nya berjudul Sedelo Baen dan Abang-abang Lambe. Kedua lagu ini bisa dinikmati di dunia maya.

Caranya, cukup ketik: Maya Aulia Sedelo Baen,  sudah bisa menikmati klip video-nya.

Maya mengaku bisa menikmati syair dan musik yang direkomendasi oleh manajemen King'e Production. Menurutnya, taste musiknya berbeda dari yang biasa dia nyanyikan selama ini. “Hasilnya bisa dilihat saat saya bernyanyi seperti berada dalam alur video clip lagu tersebut,” kata penyanyi kelahiran Kelurahan Lateng, Banyuwangi ini.  

Saat Jawa Pos Radar Banyuwangi melihat langsung klip video single perdananya, kolaborasi antara potongan visual dengan efek yang disesuaikan dengan ketukan-ketukan irama, nada, serta instrumennya memiliki nilai jual.     Stuktur feature juga memiliki ketajaman.  Penyanyi bisa menghayati suatu peristiwa serta mampu menonjolkan suatu hal termasuk sisi humanisme. Lokasi pengambilan klip video juga sudah sangat pas. Rupanya produser ingin mengangkat keberhasilan Banyuwangi, baik dari sisi pembangunan, pariwisata, maupun budayanya.     Misalnya, album Sedelo Baen mengambil lokasi syuting di Sekolah Pilot di Blimbingsari. Produser ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat luas, bahwa sejak tahun 2013 Banyuwangi memiliki Sekolah Pilot. Sekolah pencetak pilot ini adalah yang kedua setelah Curug di Banyuwangi. “Nah, inilah yang saya maksud, hasil pembangunan ini harus kita sebarkan ke seluruh dunia agar nama Banyuwangi semakin semerbak,” cetusnya.

Diakui, salah satu hal yang tak bisa terlepaskan dari para musisi yang terjun ke industri hiburan adalah klip video. Sebuah klip video bukan cuma sekadar cara untuk mempromosikan sebuah lagu. Lebih dari itu, klip video dibuat sedemikian rupa sehingga bisa menjadi sebuah karya yang merepresentasikan lagu dan musisi itu sendiri.

Klip video dalam album perdana ini enak dilihat. Tak hanya disuguhkan dengan materi audio, tapi juga dengan tampilan gambar bergerak yang tentu saja akan memanjakan mata. “Meski orang daerah, namun King’e PH sangat memperhatikan kualitas klip video ini. Klip video kita bisa seperti ibu kota. Dan Maya Aulia sosok penyanyi yang kami prediksi bisa kita orbitkan,” kata Yz Justice.

Ide membuat rumah produksi ini berawal saat alumni SMAN 2 Banyuwangi tahun 1997 (sekarang SMAN 1 Giri) menggelar reuni. Setelah 20 tahun tidak bertemu, para alumni akhirnya bisa kecaruk maning. Momen bertemunya kembali para sahabat yang memiliki hobi musik akhirnya melahirkan sebuah ide pendirian Production House.

“Dulu saat kita masih sekolah sering bermain band bersama. Selepas SMA kami berpisah. Namun, di momen lebaran kemarin kami bertemu kembali. Untuk mengobati rasa kangen, kami sempat bermain band lagi di studio,” ujar pria yang hobi makan bakso ini.

Tak disangka, dari obrolan ringan itu akhirnya para alumni itu sepakat mendirikan rumah produksi yang diberi nama King’e PH. Justice berharap, dengan rumah produksi ini minimal bisa memberikan kontribusi kepada tanah kelahiran Banyuwangi. “Kepuasan saya adalah ketika para musisi binaan tersebut bisa mengorbit dengan membawa nama Banyuwangi. Kami hanya bisa membantu mempromosikan Banyuwangi dengan karya seni terutama di bidang musik,” tandas Justice. (aif/c1)

MENGGEBRAK IBU KOTA: Salah satu penggalan klip video lagu Sedelo Baen yang dipopulerkan oleh Maya Aulia. Lokasi pengambilan klip video di Sekolah Pilot Blimbingsari Rogojampi.

MENGGEBRAK IBU KOTA: Salah satu penggalan klip video lagu Sedelo Baen yang dipopulerkan oleh Maya Aulia. Lokasi pengambilan klip video di Sekolah Pilot Blimbingsari Rogojampi. (KING’E PH FOR RABA)

(bw/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia