Rabu, 20 Sep 2017
radarbanyuwangi
Edukasi
Penelitian Bappeda dan Untag Banyuwangi

Kembangkan Potensi Ekonomi di Kawasan Pantai Cemara

Rabu, 13 Sep 2017 16:20 | editor : Ali Sodiqin

TINJAU: Tim peneliti Untag mengamati ekowisata mangrove di Pantai Cemara Banyuwangi.

TINJAU: Tim peneliti Untag mengamati ekowisata mangrove di Pantai Cemara Banyuwangi. (UNTAG FOR RaBa)

BANYAKNYA potensi yang ada di Pantai Cemara, membuat Pantai Cemara dikenal oleh banyak pihak. Padahal, sebelumnya pantai ini tidak dilirik sama sekali. Kini, Pantai Cemara menjadi pusat perhatian banyak pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang menjadikan Pantai Cemara menjadi destinasi wisata bahari baru di Banyuwangi. Oleh karena itu, kesejahteraan masyarakat sekitar juga perlu ditingkatkan melalui pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan mata pencaharian alternatif yang sesuai dengan karakteristik masyarakat, dan tentunya potensi alam yang ada.

Karena itu, Bappeda Banyuwangi dan Universitas 1945 (Untag) Banyuwangi melakukan penelitian tentang analisis pengaruh Pantai Cemara terhadap mata pencaharian alternatif di Pantai Cemara. Ada tiga peneliti Untag yang dilibatkan, mereka adalah Ervina Wahyu S.; Agustina T K Dewi; Mega Yuniartik.

Salah satu tim peneliti Ervina Wahyu S mengatakan, berdasarkan pengamatan yang dilakukan tim peneliti terhadap vegetasi tumbuhan mangrove di Pantai Cemara, ditemukan 10 jenis mangrove yang tersebar dari sungai atau muara sebelah selatan hingga utara dengan luasan mangrove sekitar 2,64 Ha, yaitu Jeruju/darulu/deruju (Acanthus ilicifoliusL.), Sia-sia/api-api/unimorf (Avicennia alba), Keranji/dadap laut/kwanji/kayu-tulang (Clerodendron inerme Gaertn), Pedada/prapat/bogem (Sonneratia caseolaris), Jangkah/selengkreng/tinjang/bakau (Rhizophora apiculata), Sia-sia putih/api-api/ nyapi (Avicennia marina), Madengan/buta-buta/menengan (Excoecaria agallocha L), Serunai laut (Wedelia biflora), dan Sesepi/gelang-laut(Sesuvium portulacastrum L.). Hasil analisis diketahui bahwa keberadaan mangrove di Pantai Cemara masih perlu dikembangkan. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil analisis indeks nilai penting didapatkan angka 300 % artinya mangrove yang ada di Pantai Cemara mempunyai pengaruh yang sangat tinggi terhadap ekosistem d Pantai Cemara.

Ervina mengatakan, berkaitan pengembangan mata pencaharian alternatif berbasis ekosistem, maka dengan memanfaatkan jasa dan potensi sumberdaya lainnya yang ada di wilayah pesisir Pantai Cemara bisa mengurangi tekanan terhadap ekosistem, artinya masyarakat bisa sejahtera dan lingkungan tidak mengalami degradasi. Maka dari itu, untuk jenis usaha yang dapat dikembangkan di Pantai Cemara diantaranya adalah usaha ekowisata berbasis konservasi penyu, cemara dan mangrove. Serta usaha pengolahan berbasis sumberdaya di Pantai Cemara untuk mendapatkan nilai tambah. Secara umum bahan baku utama yang digunakan tersedia di lokasi, dengan demikian dalam proses produksinya kendala kekurangan bahan baku dapat diatasi.

Dalam menyusun strategi pengembangan kawasan pantai cemara, dilakukan focus group discussion (FGD) dengan melibatkan beberapa steakholder diantaranya kelompok masyarakat di Pantai Cemara, perwakilan dari Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Bappeda Kabupaten Banyuwangi, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Lurah Desa Pakis Kecamatan Banyuwangi dan Balai Konservasi Sumberdaya Alam Seksi Wilayah Banyuwangi dengan hasil rekomendasi berupa peningkatan pengetahuan dan teknologi pada masyarakat untuk menciptakan mata pencaharian alternatif berbasis sumberdaya alam; Perbaikan akses jalan menuju Pantai Cemara serta beberapa sarana prasarana untuk menunjang pengembangan ekowisata Pantai Cemara; Pengelolaan dan pengaturan ekowisata Pantai Cemara yang berkelanjutan, dan berbasis konservasi penyu, mangrove serta cemara; Perluasan tutupan cemara di pantai dan tutupan mangrove khususnya di lokasi pembuangan limbah tambak serta muara, serta permulaan pembibitan mangrove dengan melibatkan stakeholder dan pengusaha tambak sekitar Pantai Cemara.

Sementara itu, Bappeda Kabupaten Banyuwangi melalui Kabid Penelitian dan Pengembangan Ir. Prastyo Hadi menjelaskan,  Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten yang mempunyai pesisir terpanjang di Jawa Timur dengan potensi beragam dan terdapat keunikan di masing-masing pesisir. Salah satu diantaranya pesisir yang terdapat di Pantai Cemara di Lingkungan Rowo, Dusun Pantai Rejo, Kelurahan Pakis Banyuwangi. Pantai Cemara dikenal memiliki tempat  penangkaran sederhana untuk penyu yang dikelola oleh kelompok masyarakat nelayan sekitar. Selain itu juga terdapat tanaman cemara yang ditanam dengan apik sehingga menjadikan pemandangan pantai menjadi lebih indah. Bukan hanya itu, di Pantai Cemara juga terdapat tanaman mangrove dengan keanekaragaman yang berbeda dibandingkan mangrove di beberapa pesisir lain di Banyuwangi, beberapa diantaranya terdapat jenis dengan manfaat yang tidak hanya dilihat dari sisi ekologis saja juga dari sisi ekonomis. “Sehingga bila mangrove yang ada di sekitar Pantai Cemara bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan maka bisa menciptakan mata pencaharian alternatif seperti pengolahan buah mangrove menjadi sirup dan lain sebagainya, serta pengembangan ekowisata,” ujar Prastyo. (*)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia