Minggu, 24 Sep 2017
radarbanyuwangi
Kesehatan
Kelompok Kerja Bina Sehat

KKBS Gelar FGD Kolaborasi TB-HIV

Selasa, 12 Sep 2017 13:25 | editor : Ali Sodiqin

DISKUSI: Direktur KKBS Hariadji Sugito membuka FGD Kolaborasi TB-HIV kemarin (11/9).

DISKUSI: Direktur KKBS Hariadji Sugito membuka FGD Kolaborasi TB-HIV kemarin (11/9). (KKBS for RaBa)

BANYUWANGI-Kelompok Kerja Bina Sehat (KKBS) menyelenggarakan focuss group discussion (FGD) Kolaborasi TB-HIV, kemarin (11/9). Acara yang digelar di Rumah Makan Kadek itu dihadiri Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPJS Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS, LSM Raung, Pelangi Laros, BCS, KMPA, Persatuan Persaudaraan Korban Napza, dan Aisyiyah Banyuwangi.

Direktur KKBS H. Hariadji Sugito mengatakan, salah satu tujuan dari FGD itu adalah analisis situasi potensi lembaga pendampingan TB Paru dan HIV/AIDS yang secara langsung berhadapan dengan komunitas yang berisiko terhadap infeksi TB Paru dan HIV. Hasil FGD akan disampaikan kepada Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan.  “Langkah ini dalam rangka implementasi Perda Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Banyuwangi,” jelas Hariadji saat membuka FGD kemarin.

Hariadji berharap, Perda Nomor 5 Tahun 2017 ditindaklanjuti dengan peraturan bupati dan SK bupati. “Karena perda tersebut ditunggu manfaatnya oleh masyarakat Banyuwangi,” katanya.

Hariadji mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan Banyuwangi yang telah berhasil dalam penerapan quality assurance pada capaian angka kesembuhan TB Paru sebesar 94 % pada tahun 2016. “Kemudian penurunan tingkat infeksi HIV dari 417 kasus baru menjadi 353 atau sebesar 13,78 %,” ungkapnya.

Moh Hairon, Manajer Program KKB menambahkan, capaian itu menunjukkan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dan lembaga masyarakat. “Tinggal bagaimana mengoptimalkan peran swasta,” timpal Hairon.(*)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia