Kamis, 21 Sep 2017
radarbanyuwangi
Edukasi

Ini yang Membuat Mahasiswa Untag Banyuwangi Juara LKTI Nasional

Selasa, 12 Sep 2017 18:10 | editor : Ali Sodiqin

JUARA NASIONAL: Tim LKTI Untag menunjukkan trofi dan hadiah uang pembinaan.

JUARA NASIONAL: Tim LKTI Untag menunjukkan trofi dan hadiah uang pembinaan. (UNTAG FOR RABA)

BANYUWANGI - Tim Sun Rise of Java Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi berhasil menyabet juara ketiga dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Lomba yang diikuti 35 tim dari berbagai universitas di Indonesia itu diadakan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, pada 8-9 September 2017. 

Tim Untag diketuai Rifqi Nuril Huda dan beranggota Robiatul Adawiyah dan Yudit Putri Ichwanda. Upaya keras mereka menulis karya tulis ilmiah berjudul “Kebijakan Formulasi Kompetensi Pengadilan HAM Menuju Lembaga Peradilan Yang Mandiri”, membuahkan hasil. Tim Untag berhasil lolos seleksi menjadi tiga karya tulis terbaik yang berhak melakukan presentasi. Selain Untag, Universitas Brawijaya Malang dan tuan rumah Universitas Atma Jaya Yogyakarta menjadi finalis.

Setelah presentasi, peserta diwajibkan mengikuti seminar nasional sekaligus menunggu hasil lomba. Keynote speaker seminar adalah Anwar Usman, wakil ketua Mahkamah Konstitusi. Akhirnya  Universitas Atma Jaya lolos sebagai juara pertama dengan nilai 10.150. Juara kedua  Universitas Brawijaya dengan nilai 9.980. Untag Banyuwangi sukses meraih juara ketiga dengan nilai 9.950.

Wakil Dekan I Fakultas Hukum Untag, Yanti Devi Wijaya, SH MPd mengatakan, keikutsertaan mahasiswa dalam LKTI  itu menunjukkan kepedulian pemuda dalam masalah hukum. Terutama penegakan hukum dalam suatu peradilan. Mereka tidak hanya belajar memahami konsep hukum. Tetapi juga berpikir kritis menganalisis penerapan aturan hukum yang dilaksanakan pada masyarakat. Kebetulan dalam LKTI nasional bertema “Mewujudkan Kemandirian Hukum Indonesia” itu, tim Untag mengangkat masalah kemandirian pengadilan HAM. “Semoga dengan hasil karya pemikiran para mahasiswa ini bisa memberikan masukan kepada pemerintah dalam pengambilan kebijakan dan dapat menambah wawasan umum,” terangnya.

Menurut Rifqi Nuril Huda, sebagai upaya peningkatan standar kemampuan mahasiswa, mereka memberanikan diri terjun dalam LKTI nasional. Mereka sempat tidak percaya bakal mampu bersaing hingga menyisihkan kampus-kampus favorit, seperti UGM, UI, dan Unibraw. “Kami berharap dari upaya yang kami capai ini bisa memacu mahasiswa Fakultas Hukum Untag untuk bersemangat meraih prestasi,” harapnya.(*/bay)

(bw/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia