Kamis, 23 Nov 2017
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

Sempat Tertib, Pedagang Pasar Besuki Semerawut Lagi

Jumat, 08 Sep 2017 11:05 | editor : Ali Sodiqin

TUTUP JALAN: Para pedagang Pasar Besuki yang berjualan di jalan raya yang mencapai ratusan orang

TUTUP JALAN: Para pedagang Pasar Besuki yang berjualan di jalan raya yang mencapai ratusan orang (HABIBUL ADNAN/JPRS)

BESUKI – Kondisi pasar Besuki kembali semerawut. Itu setelah ratusan pedagang yang sebelumnya direlokasi ke tempat baru yang kini kembali ke tempat lama, yaitu di jalan Niaga yang bersebelahan dengan terminal Besuki.

Abdul Haq, salah satu pedagang menerangkan, beberapa bulan yang lalu, pedagang direlokasi ke Jalan Madura. “Dipindah karena dulu ada pengaspalan disana,” katanya kepada Jawa Pos Radar Situbondo.

Tetapi setelah pengaspalan selesai, mereka pindah lagi. Dari jumlah pedagang yang mencapai 450 orang, yang tetap bertahan di lokasi pasar baru hanya belasan orang saja. “Sekarang di pasar besuki padat lagi. Tempat jualan memakan badan jalan sekitar enam meter,” kata Abdul Haq.

Abdul Haq menyayangkan sikap pedagang yang seperti ini. Seharusnya mereka tetap bertahan karena sudah disediakan tempat jualan yang lebih layak. Akan tetapi itu bukan kesalahan dari pedagang saja. Sebab, selama ini tidak ada tindakan tegas dari pemerintah. “Karena dibiarkan begitu saja, nggak ada yang larang,” katanya.

Memang, dari segi geografis, di tempat jualan yang lama lebih menguntungkan bagi pedagang. Sedangkan di lokasi relokasi agak sepi pembeli. “Sebenarnya kalau disuruh memilih, iya di tempat yang lama karena lebih ramai ,” ujar Abdul Haq.

Tetapi masalahnya, jika tetap di tempat saat ini, akan menganggu pengguna jalan. Sebab, dengan jumlah pedagang yang cukup banyak, jalan raya tertutup sama sekali. “Kalau disana sama saja dengan menutup akses jalan raya,” terangnya. 

Oleh sebab itulah, dia meminta kepada pihak terkait untuk lebih tegas. Jika diizinkan kembali berjualan di tempat yang lama, agar segera ada kejelasan. Jika harus menempati lokasi yang baru, agar fasilitasnya diperbaiki. “Kalau sekarang kita was-was. Takut ada Satpol PP yang tiba-tiba datang,” terangnya.

Kasatpol PP Kabupaten Situbondo, Masyhari mengaku sudah mengetahui kenyataan itu. Makanya, dia menerangkan, kemarin (06/09) pihaknya langsung melakukan penertiban. Masyhari menerangkan, pedagang tidak diperkanankan berjualan di tempat tersebut. “Karena ini untuk kendaraan,” tegasnya. (bib)

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia