Kamis, 23 Nov 2017
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo

FKS Ajak Seluruh Warga Situbondo Menjaga Kebersihan

Jelang Penilaian Tim Verifikasi Nasional

Kamis, 07 Sep 2017 09:25 | editor : Ali Sodiqin

SUBUR: Pengurus FKS bersama warga meninjau kondisi tanaman buah dalam tong (Tabulatong) yang ada di depan rumah warga di perumahan Bumi Ayu

SUBUR: Pengurus FKS bersama warga meninjau kondisi tanaman buah dalam tong (Tabulatong) yang ada di depan rumah warga di perumahan Bumi Ayu (LAILY MASTIKA/JPRS)

SITUBONDO- Situbondo telah dinyatakan secara resmi lolos dalam  verifikasi dokumen untuk Kabupaten Sehat di tingkat nasional oleh Kementerian Dalam Negeri. Akan menghadapi verifikasi lapangan yang dilakukan oleh tim verifikator nasional dalam rentang waktu 21 Agustus hingga 21 September mendatang. Oleh karenanya, sejumlah pengurus Forum Kota Sehat (FKS) bersama stakeholder terkait melakukan kunjungan ke beberapa lokasi di daerah kota.

Ketua FKS Situbondo, Agus Ari mengatakan, kunjungan tim verifikasi nasional dilakukan secara mendadak. Pemberitahuan kedatangan akan disampaikan lima hari sebelum kunjungan. “Hingga kini kami belum mengetahui, kapan mereka datang,” ujarnya dalam tinjauan salah satu titik pantau di Perumahan Bumi Ayu, Desa Olean, Kecamatan Situbondo kemarin (05/09).

Agus meminta, kepada seluruh masyarakat maupun unsur pejabat pemerintah agar mempersiapkan lingkungan tempat tinggalnya menjadi kawasan yang bersih dan rapi. Karena ini merupakan penilaian tingkat kabupaten, maka seluruh desa yang ada di 17 kecamatan memiliki potensi besar untuk dikunjungi oleh tim verifikator nasional. “Sehingga ketika tim penilai datang, Kabupaten Situbondo bisa menampilkan performa lingkungan terbaiknya ,” ujarnya.

Dia membutuhkan kerjasama dari semua unsur masyarakat. Mulai dari ketua RT, kepala dusun, lurah, pak camat, hingga kepala dinas untuk bergerak bersama-sama mempersiapkan lingkungan sekitar selama satu dua minggu ke depan. Semua tempat, semua kawasan harus mempersiapkan diri. “Agar merapikan kawasan yang masih dinilai kurang bagus, menjaga kebersihan, dan melengkapi apa-apa yang masih kurang,” bebernya. 

Diterangkan, perumahan yang sehat diantaranya memiliki kawasan olahraga; ada tanaman toga ataupun tanaman yang lain; drainase yang bagus atau tidak ada genangan air maupun kawasan banjir, dan  ventilasi yang baik. Sehingga baik untuk kelurga yang bermukim di dalamnya. “Lalu ada juga kawasan ruang terbuka hijau, untuk penyuplai oksigen ke lingkungan sekitar,” paparnya. 

Sedangkan, kriteria permukiman yang sehat diantaranya setiap rumah wajib memiliki Mandi Cuci Kakus (MCK) pribadi. Tidak lagi melakukan MCK di sungai yang dapat menimbulkan polusi air sungai. “Tiap rumah memiliki toilet yang standar. Selain itu juga memiliki tempat daur ulang sampah,” pungkasnya.

Ketua RT 06 RW 04 Perumahan Bumi Ayu, A. Latif S. mengatakan, lingkungan tenpat tinggal tahun lalu  menjadi lokasi yang dijadikan titik pantau oleh tim verifikasi provinsi. Sehingga, tahun ini dipersiapkan untuk menghadapi tim verifikasi nasional. “Kendala di lingkungan kami yaitu kendala untuk penjagaan tanaman sebagai pendukung lingkungan agar asri,” paparnya.

Latif menjelaskan, salah satu program pendukung lingkungan asri yakni tanaman buah dalam tong (Tabulatong)  masih sering  mati akibat cuaca yang terlalu ekstrim. Selain itu, sering hewan dari lingkungan perkampungan yang ada di sekitarnya memakan daun dan buah, sehingga layu dan mati. “Dalam kondisi panas seperti ini, saya himbau kepada warga untuk rutin menyiram tanamannya,” bebernya.

Disampaikan, dalam lingkungannya terdapat 86 keluarga yang dibagi menjadi 5 dasa wisma (dawis). Sehingga, ketika ada kegiatan pemerintah, antar warga bisa saling memberikan informasi dan bekerja sama dengan cepat. “Ketika ada hari libur kerja speerti Sabtu dan Minggu, kami biasa berkumpul di pos untuk membicarakan dan menemukan solusi dari masalah yang sedang dihadapi lingkungan rumah kita,” tandasnya.

(bw/ily/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia