Senin, 23 Oct 2017
radarbanyuwangi
icon featured
Situbondo
SMPN 4 Panji

Gugah Semangat Berkurban Kepada Siswa

Selasa, 05 Sep 2017 19:15 | editor : Ali Sodiqin

DEMI SISWA: Kepala SMPN 4 Situbondo, Agus Triono (tiga dari kanan) bersama para guru mengiris daging kurban

DEMI SISWA: Kepala SMPN 4 Situbondo, Agus Triono (tiga dari kanan) bersama para guru mengiris daging kurban (SYAMSURI/JPRS)

SITUBONDO - Siswa SMPN 4 Situbondo, Sabtu (02/09) lalu menyembelih seekor sapi dan dua ekor kambing. Pemotongan tiga hewan kurban yang didistribusikan kepada masyarakat dan siswa kurang mampu itu bertujuan untuk menggugah semangat berkurban kepada siswa SMPN 4 Situbondo.

Kepala SMPN 4 Situbondo, Agus Triono mengatakan, berkurban merupakan salah satu bentuk peribadatan. Kata dia, itu adalah tuntunan dari Nabi Ibrahim beserta puteranya, Nabi  Ismail yang sarat hikmah dan makna. “Paling tidak, bisa mengambil nilai-nilai luhur dan pelajaran, agar peserta didik dapat berbagi dan mengalirkan potensinya,” ujarnya.

Pria yang sekaligus Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Situbondo itu menerangkan, para siswa selaku generasi penerus bangsa harus bisa selalu berpikir maju, tekun dan aktif belajar dengan tetap mengedepankan keimanan. “Ini bisa kita dapat jika bisa mengambil hikmah dari berkurban,” kata Agus Triono.

Tradisi berkurban bukanlah sekedar kebiasaan yang tanpa makna. Agus Triono menerangkan, penyembelihan hewan kurban perintah Allah yang tercantum dalam Alquran. Dalam Surat Al Kautsar berbunyi, “Sungguh Kami (Allah) telah memberikan kepadamu (Nabi Muhammad) sebuah telaga Kautsar. Maka hendaklah dirikan salat  karena Tuhanmu dan menyembelihlah hewan kurban. Sungguh orang yang membencimu maka terputuslah dia.”

Dalam hadist juga dijelaskan keutamaan berkurban. Seperti yang diriwayatkan Abu Dawud, bahwa tidak ada suatu amalan yang lebih baik di hari sepuluh Dzulhijah selain berkurban, bahkan lebih baik dari pada berjihad.

Menurut Agus Triono, itu semua menjadi bukti bahwa berkurban tidak hanya sebatas formalitas dan ritual saja. “Setidaknya, berkurban merupakan manifestasi kecintaan dan ketundukkan kita kepada Sang Maha Pencipta atas seluruh nikmat dan karunia yang dilimpahkan sepanjang waktu kepada kita semua,” pungkasnya. (bib)

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia