Kamis, 14 Dec 2017
radarbanyuwangi
icon featured
Berita Daerah
Krisis Air Kecamatan Wongsorejo

Tandon Buatan Warga Hanya Menampung 1.000 Liter Air

Selasa, 05 Sep 2017 15:35 | editor : Ali Sodiqin

SWADAYA WARGA: Tempat penampungan air di Desa Bengkak, Wongsorejo ini hanya mampu menampung 1.000 liter air bersih.

SWADAYA WARGA: Tempat penampungan air di Desa Bengkak, Wongsorejo ini hanya mampu menampung 1.000 liter air bersih. (KRIDA HERBAYU/RaBa)

BANYUWANGI – Tiga desa di wilayah Wongsorejo mengalami kekeringan. Pada musim kemarau tahun ini, warga benar-benar krisis air. Untuk mengatasi krisis air, para petani
membuat tandon air beralaskan terpal dengan penyangga dari bambu.

Tandon made ini warga Bangsring ini untuk menampung air tadah hujan di kala musim hujan datang. Selanjutnya air tadah hujan ini digunakan untuk mengairi tanaman cabai. Berhubung sekarang i  sedang musim kemarau, tandon tersebut beralih fungsi untuk tempat penampungan air yang didapatkan dari bantuan truk tangki Badan Penanggulangan Bencana Darah (DPBD) Banyuwangi.

Meski hanya dapat menampung air sebanyak 1.000 liter,  keberadaan air tersebut sangat berguna sekali bagi kelangsungan hidup hewan ternak. Warga lebih mengutamakan hewan ternak mereka dibandingkan lahan cabai yang mereka miliki. “Lebih baik memberi minum sapi dan kambing. Sebab,  jika dijual harganya lebih mahal daripada cabai,” ungkap  Ahmadi, 45, warga Dusun Krajan, Desa Bangsring.

Wilayah Wongsorejo jarang hujan meski di berbagai daerah di Banyuwangi masih turun hujan dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini diakibatkan hampir seluruh wilayah Wongsorejo dikelilingi pegunungan. Sehingga sering terjadi kekeringan yang berkepanjangan.

Seluruh desa yang mengalami kekeringan tersebut berada di lereng pegunungan yang berjarak kurang lebih 13 Km) dari pusat Kecamatan Wongsorejo. Camat Wongsorejo Sulistiyowati mengatakan, selain sudah memasuki musim kemarau, kekeringan di wilayah tersebut juga diakibatkan kendala sumur bor rusak.

Sumur bor sudah ada di beberapa titik lahan pertanian maupun permukiman warga. “Pihak BPBD Banyuwangi sudah mengirim air ke desa yang kekeringan. Air bantuan dari BPBD Banyuwangi digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan minuman untuk ternak mereka,” jelas Sulistiyowati.

Selain itu, perkebunan Selogiri yang berada tidak jauh dari permukiman penduduk. Perkebunan Selogiri sudah memberikan bantuan suplai air kepada warga. Sehingga kondisi ini dinilai bisa mengurangi beban warga. Lokasi yang mengalami kekeringan terdapat di lereng gunung dan wilayah perkebunan hutan jati.

Kecamatan Wongsorejo merupakan ujung utara dari wilayah Kabupaten Banyuwangi yang terdapat 12 desa. Struktur tanah di kawasan Kecamatan Wongsorejo ini berbeda dengan kecamatan lainnya di Banyuwangi dengan curah hujan yang lebih kecil. “Jika kecamatan lain di Banyuwangi turun hujan belum tentu di Wongsorejo ada hujan. Iklimnya sangat berbeda,” tandas Sulistiyowati. (cw2/aif)

(bw/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia