Senin, 25 Sep 2017
radarbanyuwangi
Situbondo

Wah, Disnak Temukan Ada Cacing Hati di Hewan Kurban

Selasa, 05 Sep 2017 09:20 | editor : Ali Sodiqin

BERCACING: Pemeriksaan hati sapi yang mengandung cacing hati di salah satu tempat pemotongan hewan kurban.

BERCACING: Pemeriksaan hati sapi yang mengandung cacing hati di salah satu tempat pemotongan hewan kurban. (LAILY MASTIKA/JPRS)

SITUBONDO- Dinas Peternakan temukan cacing hati pada beberapa hewan kurban. Semuanya ditemukan pada hati sapi. Meskipun demikian, daging sapi tetap aman dikonsumsi. Sebab jumlah cacing hati masih dalam kategori wajar.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner pada Dinas Peternakan, Sulistiyani mengatakan pemeriksaan hewan kurban dilakukan sebanyak dua kali. Sebelum dan sesudah dipotong. Pemeriksaan sebelum disembelih dilakukan  dari luar. “Yakni secara fisik tidak boleh ada kecacatan dari penampilan fisik hewan,” ujarnya.

Sulistiyani menuturkan, proses pemeriksaan selanjutnya yakni pemeriksaan organ dalam hewan.  Organ dalam hewan yang menjadi fokus pemeriksaan adalah organ-organ yang menyusun saluran pencernaan. “Yang paling umum adalah serangan cacing hati pada hati manusia,” ulasnya.

Dikatakan, ada beberapa lokasi pemotongan hewan kurban yang ditemukan cacing hati pada sapi. Hati sapi itu dimusnahkan, hanya dagingnya saja yang diberikan kepada masyarakat. Terdeteksi ada cacing hati pada dua ekor sapi di wilayah kota. Dan hati itu sudah dimusnahkan, sedangkan dagingnya masih aman untuk dikonsumsi,” terangnya.

Sulistiyani menjelaskan, adanya cacing hati di dalam hati sapi harus diwaspadai. Karena, jika termakan dapat membahayakan kesehatan manusia. Dampak buruknya terhadap kesehatan manusia tidak nampak secara langsung. “Efeknya tidak akut. Jadi terjadi secara bertahap, gejalanya berupa anemi dan lain-lain,” jelasnya.

Kepala Seksi Pengamatan Kesehatan Hewan, Nanang Marwoto W. mengatakan,    cacing hati yang ditemukan merupakan cacing hati dewasa. Jumlahya tidak terlalu banyak, tetap dalam batas wajar. Pihaknya menyarankan untuk memusnahkan hati sapi yang ditemukan cacing di dalamnya. “Itu untuk menghindari adanya penularan cacing hati dari hewan ke manusia,” bebernya.

Nanang menyatakan, bagian tubuh sapi lainnya, selain hati yang bercacing, tetap aman di konsumsi. Cacing hati tidak sampai mempengaruhi dan mengurangi kualitas daging. “Kecuali dalam kondisi sangat parah. Cacing akan menyebar kemana-mana, dan biasanya kondisi itu terlihat dari tampilan fisik luar sapi,” paparnya.

Nanang meyarankan, untuk memasak daging sapi dengan pemasakan yang benar-benar. Daging dimasak dengan air yang mendidih. “Sehingga kuman-kuman yang ada mati dan aman dikonsumsi,” pungkasnya. (ily)

(bw/ily/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia