Kamis, 23 Nov 2017
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Heboh, Inaugurasi Untag Digoyang Bintang Pantura

Jumat, 01 Sep 2017 16:30 | editor : Ali Sodiqin

MERIAH: Ajeng, Bintang Pantura menghebohkan panggung Malam Inaugurasi Mahasiswa Baru Untag, Rabu malam (30/8).

MERIAH: Ajeng, Bintang Pantura menghebohkan panggung Malam Inaugurasi Mahasiswa Baru Untag, Rabu malam (30/8). (Untag for RaBa)

BANYUWANGI-Ajeng, penyanyi Bintang Pantura Indosiar asal Banyuwangi menggoyang Panggung Malam Inaugurasi Mahasiswa Baru Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Rabu malam (30/8). Bintang tamu sekaligus alumni Untag itu melantunkan tiga tembang, yakni Sayang, Polisi, dan Kepaling. Acara yang dihelat di halaman kampus merah putih itu menandai penutupan kegiatan Orientasi Program Studi dan Pengenalan Kampus (Opspek),  yang berlangsung sejak Selasa siang (29/8).

Sejak pukul 16.00, acara yang diikuti ratusan mahasiswa baru itu dimulai dengan dimeriahkan oleh band pembuka. Seluruh peserta Opspek berdiri dan bergemalah lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Untag menampilkan sederet kesenian. Tari jaran goyang dan tari gandrung ditampilkan oleh mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam UKM Tari. Tak hanya itu, tari ganyong dan tari marsan juga menghangatkan suasana malam yang cenderung berhawa dingin.

Sementara itu, UKM Paduan Suara menggelorakan semangat ratusan mahasiswa baru dengan menggemakan Mars Untag atau Gema Untag. Para mahasiswa baru semakin terhanyut suasana ketika paduan suara menyanyikan lagu “Kesempurnaan Cinta dan Sayang”.

Ratusan mahasiswa baru langsung berdiri dan bergoyang ketika seorang mahasiswa baru bernama Gangga bermain disc jockey (DJ). Mix lagu daerah Banyuwangi dengan musik yang aduhai untuk berajojing semakin membakar semangat muda para mahasiswa. Bahkan, beberapa dosen dan karyawan Untag tanpa sadar ikut menggoyangkan badan mengikuti irama yang rancak itu.

Tak kalah meriah, UKM Band menampilkan sederet vokalisnya. Ada yang menyanyikan lagu pop Indonesia melankolis, ada yang menyanyikan lagu rock barat. Sesekali peserta Opspek diajak berdiri, lalu bernyanyi bersama. Permainan musik UKM Band mampu menghipnotis seluruh peserta Opspek.

Bukan hanya musik dan tari yang dipertontonkan kepada mahasiswa baru. UKM Silat tak mau kalah menampilkan seorang pendekar silat putri. Dia memainkan jurus-jurus Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Bahkan, sang pendekar sempat memainkan jurus menggunakan senjata golok dan tongkat. 

Yang paling menggugah perasaan adalah renungan yang disampaikan oleh pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untag. Sunan dkk benar-benar mampu membakar semangat nasionalisme dengan yel-yel yang disambut antusias oleh mahasiswa baru. Kata-kata renungan itu membikin bulu kuduk berdiri alias merinding tatkala lighting dan efek asap turut dimainkan.

Saat yang ditunggu-tunggu mahasiswa baru adalah legalisasi. Secara simbolis, Rektor Untag Drs. Andang Subaharianto, MHum melepas atribut Opspek berupa topi dan ID card dari perwakilan seorang mahasiswa dan mahasiswi baru. Selanjutnya, rektor memakaikan jas almamater Untag berwarna merah.

Sebanyak 15 peserta Opspek menerima penghargaan terbaik. Mereka dipilih satu orang dari setiap kelompok. Satu per satu mahasiswa baru terbaik itu dipanggil naik ke panggung, lalu menerima piagam penghargaan yang diserahkan oleh pembantu rektor, dekan, dan wakil Perpenas.

Dalam pidato sambutannya, Rektor Andang mengatakan, teori Profesor Rheinald Kasali dari Universitas Indonesia bahwa keberuntungan itu adalah titik temu antara kesiapan dan peluang. Orang yang siap, kata dia, tetapi tidak ada peluang, maka dia tidak beruntung. Peluang selalu ada, tetapi tidak siap, maka dia juga termasuk tidak beruntung. “Saya rektor Untag Banyuwangi mempersiapkan anda-anda semua supaya siap, sehingga ketika peluang datang, maka anda sudah siap,” ucapnya di hadapan ratusan mahasiswa baru.

Mulai Selasa lalu (29/8), besok, dan seterusnya, Andang mengajak untuk bersama-sama mengembangkan diri. Dengan begitu, Anda keluar dari Untag akan menjadi generasi yang siap dan termasuk orang yang beruntung. “Anda menjadi generasi yang unggul, taat asas, dan berwawasan kebangsaan, sehingga mampu menjadi pilar tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Opspek Untag, Dimas Imaniar, SSos, MSi mengatakan, orientasi program studi dan pengenalan kampus adalah sebuah wahana yang mengenalkan dan membekali para mahasiswa baru terhadap dinamika dan dialektika perkuliahan. Tentunya sangat berbeda dengan apa yang ditemukan, dirasakan, dan dilihat pada sekolah lanjut tingkat atas. Di perguruan tinggi, mahasiswa dituntut untuk mengenal lebih dekat dan memahami seluk beluk kehidupan kampus, yang bercorak ilmiah, rasionalistis, analistis, serta sistematis. “Juga memiliki karakteristik kebebasan berpendapat, kritis, jujur, dan bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan berwawasan kebangsaan,” jelasnya.

Jika mahasiswa baru nanti sudah kuliah, imbuh Dimas, maka tidak cukup hanya duduk di kelas dan melakukan penelitian. Tetapi, mahasiswa juga harus membela kebenaran. “Membela penindasan-penindasan oleh orang yang memiliki otoritas kepada saudara-saudara kita masyarakat Indonesia,” pesannya.(*)

PENGHARGAAN: Sebanyak 15 peserta Opspek terbaik menerima piagam dari Untag.

PENGHARGAAN: Sebanyak 15 peserta Opspek terbaik menerima piagam dari Untag. (Untag for RaBa)

(bw/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia