Senin, 25 Sep 2017
radarbanyuwangi
Features
Ketika Situs Melik Dilakukan Pendataan BPCB

Batu Bata yang Memanjang Itu Diyakini Peninggalan Masa Hindu-Budha

Kamis, 31 Aug 2017 09:30 | editor : Ali Sodiqin

DIREGISTRASI: Tim dari BPCB Jatim bersama pemerhati Cagar Budaya melakukan pendataan di Situs Melik

DIREGISTRASI: Tim dari BPCB Jatim bersama pemerhati Cagar Budaya melakukan pendataan di Situs Melik (HABIBUL ADNAN/JPRS)

Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Senin (28/8) lalu melakkukan pendataan cagar budaya ke Situs Melik, Dusun Krajan, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih. Kini, sejumlah artefak yang ditemukan telah diregistrasi.

HABIBUL ADNAN, Banyuputih

Sudah hampir satu pekan enam orang dari BPCB Jatim berada di Kabupaten Situbondo. Setelah mengelilingi beberapa tempat, Senin lalu mereka melanjutkan pendataan ke wilayah timur Situbondo. Tepatnya, di Situs Melik yang ada di Dusun Krajan, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih.

Di tempat ini dikabarkan ada beberapa situs peninggalan zaman purbakala yang perlu dijadikan sebagai cagar budaya. Pendataan itu kali pertama dalam sejarah penelusuran situs di lokasi tersebut. Terdapat sejumlah titik struktur yang diobservasi.

Missa, salah seorang arkeolog menerangkan, baru satu titik struktur yang dimensinya dicatat dan didokumentasi tim yang bermarkas di Mojokerto itu. “Sebab belum dilakukan eskavasi karena sebagian masih terpendam di bawah tanah,” ujarnya.

Diantara struktur yang ditemukan adalah bata memanjang.  Misaa menjelaskan, benda purbakala itu diyakini dulunya sebuah bangunan yang cukup besar peninggalan masa hindu atau budha. “Untuk pengamatan awal, itu yang bisa kami jelaskan. Masih perlu langkah lanjutan dan akan kita lakukan eskavasi,” katanya

Dia menerangkan, ada beberapa struktur peninggalan yang ada di dalam bekas bangunan tersebut yang berhasil ditemukan. Diantaranya, artefak, lumpang, gandik batu dan benda-benda kuno lainnya. “Yang penting sekarang kami sudah berikan nomor registrasi  sebagai langkah awal penyelamatan,” terangnya.

Registrasi benda temuan di Situs Melik bernomor 62/STB/2017. Sebagai langkah selanjutnya, akan dilakukan pengkajian ulang olah tim peneliti dari balai Arkeologi. “Tetapi itu dilakukan setelah dilakukan eskavasi,” terang Missa.

Lebih jauh, Missa menyarankan agar pihak-pihak terkait mengirimkan surat ke Unit  Penyelamatan dan Pengamanan BPCB Jatim untuk dilakukan pengkajian lagi. Ini untuk mengawal proses pendataan. “Pemerintah desa juga bisa mengirimkan surat kepada kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Irwan Rakhday Relawan Balumbung mengatakan, sejumlah LSM pemerhati cagar budaya di Situbondo telah mengadvokasi situs melik sejak tahun 2012 silam. Kata dia, sejumlah artefak, termasuk fragmen keramik dan gerabah serta arca terakota kecil telah diamankan. “Namun belum diregistrasi saat itu karena kami hanya melakukan penyelamatan,” ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan karena sejumlah artefak diburu oleh para kolektor. Sejumlah titik struktur bata juga rusak dan sudah banyak yang hilang. “Karena beberapa waktu yang lalu ada aktifitas penambangan ilegal disini,” jelas Irwan.

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia