Rabu, 27 Sep 2017
radarbanyuwangi
Features
Usaha Tim SAR Mencari Nenek Moenna

Gelar Doa bersama hingga Ritual di Hutan Gimeng

Kamis, 24 Aug 2017 14:30 | editor : Ali Sodiqin

Tim SAR Gabungan melaksanakan doa dan ritual di Gunung Gimeng, kemarin

Tim SAR Gabungan melaksanakan doa dan ritual di Gunung Gimeng, kemarin (HABIBUL ADNAN/JPRS)

Memasuki hari keempat, pencarian terhadap Nenek Moenna belum membuahkan hasil. Untuk mempermudah pencarian, hari ini pihak keluarga bersama Tim SAR mendatangkan paranormal.

HABIBUL ADNAN, Panarukan
  
Jaru jam menunjukkan pukul 06.00. di Dusun Langai, RT/01 RW/10, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan sudah terlihat ramai. Puluhan orang telah berkumpul di salah satu rumah warga.

Beberapa menit kemudian, orang-orang yang menganakan seragam itu bergegas kea rah selatan. Mereka itu adalah tim SAR gabungan yang akan melakukan pencarian terhadap Nenek Moenna yang hilang sejak jum’at lalu.

Tim  terus menuju ke tengah hutan. Sesampainya di salah satu tempat, mereka berhenti. Di tempat itu sudah tergelar tikar. Beberapa alat persiapan sudah disediakan. Sepertinya akan dilakukan ritual di tempat itu.

Benar saja, beberapa saat kemudian, tim duduk bersila di bawah pepohonan yang menjulang. Mereka kemudian mengadakan doa bersama dengan dipimpin seorang pria yang yang menggunakan songkok putih.   

Setelah memanjatkan doa, pria tersebut kemudian duduk bersila sendiri di tempat yang berbeda. Bibirnya komat-kamoit seperti sedang membaca mantra.

Ipung, salah satu tim mengaku, hari ini pencarian dilakukan agak berbeda dari hari-hari biasanya. Mereka melibatkan paranormal untuk mempermudah dalam melakukan pencarian. “Tadi kita juga doa bersama agar Nenek Moenna segera ditemukan.

Ipung mengaku, doa bersama juga melibatkan pihak keluarga. Setelah doa bersama selesai, pencarian dilanjutkan kembali seperti biasa dengan menyisiri sekitar hutan gimeng.

Sayangnya, pencarian belum membuahkan hasil. Menurut Ipung, pencarian akan dilanjutkan kembali hari ini. Dia mengaku, tim sudah mendapatkan beberapa petunjuk arah yang akan dituju pada pencarian selanjutnya. “Semoga besok (hari ini) ada hasil,” harapnya.

Diantara rangkaian spiritual kemarin, dilakukan meditasi. Ipung menerangkan, semua yang dilakukan semata-mata untuk mempermudah pencarian. “Karena tadi kita juga sudah berdoa,” katanya.   

Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas Jember, BPBD Situbondo, aparat kepolisian dan TNI. Ikut serta juga dari Tagana Dinas Sosial, Pramuka, Satpol PP, serta warga setempat.

Seperti yang diketahui, Nenek Moenna,77, warga Dusun Langai, RT/01 RW/10, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan dilaporkan hilang sejak jum'at (18/08) lalu. Hingga saat ini dia belum ditemukan.

Dia hilang setelah pergi ke hutan Gunung Gimeng, Dusun Randu, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan untuk mencari arabica. Hari itu, Nenek Moenna berangkat dari rumahnya sekitar pukul 06.00

Karena tidak pulang  hingga sore hari, pihak keluarga mengabarkan ke kepala desa setempat dan BPBD Kabupaten Situbondo. Berdasarkan keteranganj keluarga, Nenek Moenna tidak memiliki riwayat penyakit kejiwaan. Saat keluar rumah, dia mengenakan baju warna cream dan kerudung warna merah-hitam. (als)

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia