Rabu, 20 Sep 2017
radarbanyuwangi
Features
SMAN 1 Giri Sabet Sekolah Adiwiyata Mandiri

Berkah Kelola Sampah, Limbah, dan Energi Ramah Lingkungan

Selasa, 08 Aug 2017 10:05 | editor : Ali Sodiqin

PEDULI LINGKUNGAN: Mujib memegang piala Adiwiyata Mandiri. Penghargaan Adiwiyata Mandiri SMAN 1 Giri dikirap keililing kota Banyuwangi, Jumat lalu (4/8).

PEDULI LINGKUNGAN: Mujib memegang piala Adiwiyata Mandiri. Penghargaan Adiwiyata Mandiri SMAN 1 Giri dikirap keililing kota Banyuwangi, Jumat lalu (4/8). (Gerda Sukarno/RaBa)

Bagi segenap elemen SMAN 1 Giri, penghargaan Adiwiyata Mandiri yang diterima sekolah tersebut bukan sekadar prestise. Penghargaan ini adalah pelecut semangat untuk mencetak generasi peduli lingkungan.

SIGIT HARIYADI, Banyuwangi

KOTA Banyuwangi berselimut kebanggaan Jumat pagi (4/8). Lima penghargaan bergengsi bidang lingkungan hidup, yakni Piala Adipura yang diraih Pemkab Banyuwangi, Kalpataru yang direngkuh Kelompok Nelayan Samudra Bhakti, serta tiga penghargaan Adiwiyata Mandiri yang direngkuh tiga sekolah di Bumi Blambangan diarak keliling Kota Banyuwangi.

Salah satu sekolah yang sukses meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri itu adalah SMAN 1 Giri. Selain SMA yang berlokasi di jalan HOS Cokroaminoto tersebut, ada dua SD yang menerima penghargaan serupa, yakni SDN 4 Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi dan SDN 2 Tampo, Kecamatan Cluring.

Tidak mudah merebut penghargaan bergengsi yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI tersebut. Penghargaan ini hanya diberikan kepada sekolah yang dinilai telah mampu mengaktualisasikan budaya lingkungan di semua aspek kegiatan.

SMAN 1 Giri sukses naik kasta dalam waktu yang relatif singkat. Sebelumnya, yakni pada Desember 2015, sekolah yang dahulu bernama SMAN 2 Banyuwangi, ini meraih memperoleh penghargaan Adiwiyata Nasional. Berselang tak sampai dua tahun, tepatnya pada Rabu (2/8), SMAN 1 Giri sukses menyabet penghargaan Adiwiyata Nasional. Penyerahan penghargaan dilakukan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Jakarta.

Lantas, apa kiat SMAN 1 Giri meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri tersebut?

Kepala SMAN 1 Giri, Mujib, mengatakan pengelolaan sampah, energi ramah lingkungan, serta pengelolaan limbah menjadi tiga tema penting yang digaungkan di sekolah tersebut. “Kami sudah memiliki instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Kami juga memanfaatkan cahaya matahari untuk pembangkit tenaga listrik. Energi listrik yang dihasilkan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan di lingkungan sekolah,” ujarnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Mujib menambahkan, untuk memperlancar proses peresapan air ke tanah, pihaknya juga telah menambah biopori di sekolah tersebut.

“Sekolah juga telah memiliki green house yang berfungsi sebagai sarana pembibitan tanaman di sisi timur sekolah. SMAN 1 Giri juga telah mengembangkan hidroponik di lingkungan sekolah,” kata dia.

Belum cukup sampai di situ, hasil panen tanaman buah yang tumbuh dan dibudidayakan sekolah, misalnya mangga dan markisa, dikreasi menjadi makanan olahan, sehingga memiliki nilai tambah. Buah mangga dimanfaatkan menjadi bahan baku makanan olahan, sedangkan buah markisa diolah digunakan untuk bahan dasar sirup.

Dan yang tidak kalah penting, SMAN 1 Giri mengimplementasikan Adiwiyata di setiap mata pelajaran (mapel). Dia berharap, ke depan SMAN 1 Giri mampu meraih predikat sebagai Sekolah Sahabat Bumi (SSB). “Harapan kami, SMAN 1 Giri tidak hanya meraih Adiwiyata Mandiri, tetapi ke depan menjadi SSB. Selain itu, tujuan yang terpenting adalah agar seluruh warga sekolah lebih peduli lingkungan,” kata dia.

Sekadar diketahui, SMAN 1 Giri kini memiliki sepuluh sekolah binaan. Sepuluh sekolah binaan tersebut antara lain, SMKN 1 Tegalsari, SMKN 1 Kalibaru, SMAN Wongsorejo, dan SMAN 2 Genteng. Selain itu, SMPN 1 Genteng, SMPN 4 Banyuwangi, SMPN 1 Licin, SMPN 2 Licin, SMPN 2 Glagah, dan MTsN Srono, juga menjadi sekolah binaan SMAN 1 Giri. “Tugas kami membimbing dan mendampingi sekolah-sekolah binaan tersebut sampai meraih Adiwiyata Kabupaten, Provinsi, Nasional, hingga Adiwiyata Mandiri,” cetus Mujib.

Sudah sekitar setahun terakhir SMAN 1 Giri membimbing sepuluh sekolah tersebut. Pembinaan yang dilakukan salah satunya adalah penyusunan dokumen lingkungan. Dokumen lingkungan yang dimaksud mencakup empat komponen, yakni kebijakan, kurikulum, sarana dan prasarana, kegiatan yang bersifat partisipatif.

Bukan hanya melakukan pembinaan penyusunan dokumen lingkungan, SMAN 1 Giri juga melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah binaan untuk melakukan pembinaan pengelolaan lingkungan secara langsung. “Sebelumnya, sekolah-sekolah tersebut menjalani tiga kali bimbingan teknis (bimtek) di SMAN 1 Giri,” imbuh Ketua Tim Adiwiyata SMAN 1 Giri, Dewi Wirobettin disampingi Sekretaris Tim Adiwiyata, Rulita Octania. (aif)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia