Sabtu, 20 Jan 2018
radarbanyuwangi
icon-featured
Banyuwangi
Banyuwangi Ethno Carnival

Peserta BEC “The Majestic Ijen” Mulai Menjalani Workshop

Jumat, 04 Aug 2017 10:00 | editor : Ali Sodiqin

BELAJAR MEMOLES: Salah satu peserta BEC saat dibekali materi teknik make up di BPPP Bangsring kemarin

BELAJAR MEMOLES: Salah satu peserta BEC saat dibekali materi teknik make up di BPPP Bangsring kemarin (DISBUDPAR FOR RABA)

THE MAJESTIC IJEN atau keagungan Gunung Ijen menjadi tema pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2017. Saat ini, untuk mematangkan persiapan pageleran akbar yang puncaknya digelar pada 11 September mendatang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi menggelar workshop selama 15 hari di BPPP Bangsring Kecamatan Wongsorejo. 

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Mohammad Yanuarto Bramuda mengatakan, sebanyak 160 peserta yang sudah terjaring menjadi peserta BEC 2017 wajib menjalani workshop. Dalam session workshop peserta belajar mendesain tema utama yakni The Majestic Ijen. Dalam workshop ini tiap peserta mendapatkan pelatihan tentang pewarnaan atas gambar mereka, yang langsung dievaluasi para instruktur untuk mengetahui mana yang bagus dan mana yang kurang bagus. Setelah itu mereka diajari bagaimana cara memproduksi kostum. Masing-masing orang punya desain yang berbeda dan dibuat sendiri pada selembar kertas. Mereka hanya diberi contoh beberapa gambar inspirasi melalui slide dan contoh kostum. "Memang agak sulit sih, tapi ini menarik," kata Bramudya.

Setelah itu mereka diajari bagaimana cara memproduksi kostum. Tidak itu saja, mereka juga akan dilatih dance, fashion show dan teknik make-up. Ditambahkan, workshop ini bukan sekedar memberikan materi. Tapi ke depan ada semacam keterampilan baru, kemandirian dan style yang membuat peserta lebih percaya diri dalam menjalani hidup.

Bramudya menambahkan, The Majestic Ijen akan ditampilkan dalam bentuk desain fashion yang berkarakter oleh para desainer muda Banyuwangi. Inilah yang membedakan BEC dengan ajang serupa dari daerah lain, karena kami fokus dan bangga pada kebudayaan sendiri. “Ada tiga sub tema yang akan ditampilkan yaitu blue fire,  belerang, landscape Ijen. Ketiga sub tema ini akan menunjukkan masing-masing karakternya,” cetusnya. (*)

(bw/*/als/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia