Jumat, 24 Nov 2017
radarbanyuwangi
icon featured
Features
Video Kreatif 2017

Demi Like Terbanyak Youtube, Kades Gumirih dan Camat Singojuruh Gerilya ke Sekolah

Senin, 31 Jul 2017 09:10 | editor : Ali Sodiqin

SOLID: Kepala Desa Gumirih Murai Ahmad (tiga dari kanan) bersama tim usai menerima penghargaan video kreatif terfavorit di Hotel Ketapang Indah, Banyuwangi.

SOLID: Kepala Desa Gumirih Murai Ahmad (tiga dari kanan) bersama tim usai menerima penghargaan video kreatif terfavorit di Hotel Ketapang Indah, Banyuwangi. (DEDY JUMHARDIYANTO/RABA)

Tim video kreatif Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh berhasil menjadi juara favorit. Tayangan video kreatifnya paling banyak disukai oleh penonton. Video berdurasi tiga menit itu mendapat 6.009 like di youtube. Seperti apa perjuangan meraih juara favorit tersebut?

DEDY JUMHARDIYANTO, Kalipuro

Suara riuh memecah keheningan hall hotel Ketapang Indah, begitu master of ceremony (MC) mengumumkan juara favorit diraih tim video kreatif Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh. Seluruh tim, yang dipimpin langsung Kepala Desa Gumirih, Murai Ahmad langsung loncat kegirangan.

Bahkan, Camat Singojuruh Mohammad Lutfi yang malam itu turut hadir dan duduk bersama tim dari Desa Gumirih ikut meloncat dengan tangan terkepal seolah menunjukkan kepuasan atas jerih payahnya. Seluruh tim malam itu langsung bersalaman dan berpelukan.

Mereka tampak riang. Raut wajahnya berbinar. Senyumnya mengembang dan benar-benar tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Sejak mengikuti lomba video kreatif yang digagas Jawa Pos Radar Banyuwangi bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, tim Desa Gumirih sempat pesimistis.

Tim menyadari potensi desa yang dimunculkan sudah kalah dengan potensi desa lainnya di Banyuwangi. Namun, pesimisme itu justru menjadi pelecut semangat. Setelah resmi mendaftar sebagai peserta dan mengikuti workshop serta temu teknik, tim yang beranggotakan Slamet Hariyadi, Anggun Pragita, Dian Arta dan Akbar tersebut langsung berembuk.

Mereka terlibat diskusi panjang untuk menentukan arah cerita, penyutradaraan, serta potensi desa yang akan dimunculkan dalam video berdurasi tiga menit tersebut. Setelah melalui proses yang cukup panjang dengan menerima masukkan dari kepala desa, tim akhirnya mulai menemukan spot-spot yang akan dimunculkan dalam proses shooting.     Beberapa potensi desa yang akan didokumentasikan. Di antaranya potensi pertanian, pembibitan tanaman, rumah adat Oseng, pendidikan, pondok pesantren, pelayanan mobil siaga smart kampung, pelayanan desa smart kampung, dan potensi kerajinan tas, sepatu dari kulit ular. “ Untuk proses shooting saja butuh waktu seminggu, karena memang harus menyesuaikan waktu yang pas agar pencahayaannya bagus,” ujarnya.

Agar hasil kualitas video lebih maksimal, tidak hanya proses pengambilan gambar yang digarap. Proses editing video juga memerlukan waktu hampir sebulan. Karena harus membuat narasi sebagai keterangan video, mengisi suara dengan menyelaraskan sesuai tayangan video.

Di luar ekspektasi, video yang digarap selama hampir sebulan itu masuk nominasi sepuluh finalis. Oleh panitia selanjutnya sepuluh finalis itu diunggah melalui youtube mulai tanggal 17 sampai 26 Juli 2017. “ Setelah masuk sepuluh finalis, kami langsung menonton sembilan video dari desa-desa lain, dan kami bandingkan,” katanya.

Sadar akan kekurangan, dan kelebihan video potensi desanya dengan potensi peserta lainnya. Murai mulai melakukan inovasi agar video kreatif karya pemuda di desanya bisa terangkat dan bisa menjadi salah satu pemenang.

Tak ingin mengecewakan dan mengecilkan pemuda di desanya yang sudah bekerja keras  mengangkat potensi desa melalui lomba video kreatif itu, Mura'i mulai memetakan “kekuatan” video lawan. Salah satu hal yang masih mungkin dilakukan yakni dengan menjadi pemenang dalam kategori terfavorit. “Kalau menang menjadi juara satu, dua dan tiga kami kalah potensi dengan desa lain. Karena kami tidak mempunyai laut, dan potensi alam dengan desa lainnya yang lebih beragam dan kaya gambar,” imbuhnya.

Bukan hal mudah untuk mendapatkan like terbanyak versi youtube. Dia harus mengirimkan link video kreatif desanya melalui jejaring media sosial dan WhatsApp. Apalagi, Desa Gumirih juga menjadi wakil satu-satunya dari Kecamatan Singojuruh.

Gayung bersambut, upayanya mengirimkan link video kreatif Desa Gumirih itu juga mendapatkan dukungan langsung dari Camat Singojuruh, Mohammad Lutfi.

Atas saran  Camat Lutfi, dia harus masuk ke sekolah-sekolah guna mendapatkan dukungan like terbanyak. Untuk bisa menyukai tayangan video, tidak hanya cukup ditonton saja, karena hanya akan menambah viewer. Agar bisa menyukai tayangan video itu, harus memasukkan akun berupa alamat email dan memencet tanda jempol pada tayangan.

Tidak hanya memberikan saran, Camat Lutfi  terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk meminta waktu agar para pelajar ikut memberikan dukungan like video Desa Gumirih. “Selama seminggu, kami menyempatkan datang ke sekolah-sekolah dan memandu pelajar mulai dari SMP hingga SMA untuk ikut memberikan dukungan dan memencet tanda jempol,” imbuh Kades yang terpilih dua periode ini.

Tidka hanya bergerilya ke sekolah-sekolah, puihaknya  tak bosan-bosan terus mengirimkan link video itu kepada para keluarga, saudara dan kolega dan warga Desa Gumirih yang berada di perantauan di seluruh Indonesia untuk ikut mendukung dan memberikan like. “Kami tidak mempunyai tim informasi teknologi (IT) khusus, tapi kami datang langsung dan meminta setiap siswa ikut berpartisipasi memberikan like,” katanya.

Hingga ditutup pada Rabu malam (26/7) pukul 19.25. Desa Gumirih akhirnya diumumkan sebagai juara favorit versi youtube yang mendapatkan dukungan sebanyak 6.009 like dan viewer atau penonton sebanyak 9.451, disusul di urutan kedua dari Desa Gendoh sebanyak 5.200 like dan 8.521 viewer. “Kami senang dan bangga bisa mempersembahkan dan membawa pulang video kreatif yang paling banyak disukai versi youtube dan keluara sebagai juara favorit,” terang Murai.

Piala dan piagam yang dibawanya tersebut bukan semata-mata jerih payahnya. Namun jerih payah dan kekompakan seluruh masyarakat dan tim kreatif yang terus berinovasi dan memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan Desa Gumirih. “Kami meyakini bahwa perjuangan itu tidak pernah mengkhianati hasil,” tandasnya. (aif)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia