Rabu, 20 Sep 2017
radarbanyuwangi
Ekonomi Bisnis

Pemasaran Jamur Tiram Melemah

Minggu, 16 Jul 2017 03:00 | editor : Ali Sodiqin

STOK MENIPIS : Sri Widiarti, pedagang jamur tiram di Pasar Genteng II, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, kemarin.

STOK MENIPIS : Sri Widiarti, pedagang jamur tiram di Pasar Genteng II, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, kemarin. (ALI NURFATONI/RABA)

GENTENG – Peredaran jamur tiram di pasaran terpantau berkurang. Anehnya, meski pasokan melorot tapi harga jamur tiram tersebut justru lesu. Tak ayal, harganya kini melemah menjadi Rp 10 ribu per Kilogram (Kg).
Padahal, biasanya harga jamur tiram bisa menembus Rp 14 ribu per Kg. Namun, harga jamur tiram saat ini jatuh. ‘’Harga jamur tiram sekarang turun menjadi Rp 10 ribu per Kg,’’ sebut Sri Widiarti, pedagang jamur tiram di Pasar Genteng II, kemarin.
Dia mengatakan, bahwa saat ini tingkat pembelian dari konsumen menurun. Hal itu yang membuat jamur tiram juga turun. ‘’Kalau barangnya sebenarnya sedikit, tapi harganya malah turun,’’ ujar pedagang asal Dusun Stembel, Desa/Kecamatan Gambiran.
Salah satu petani jamur tiram, Hasyim mengatakan, bahwa kondisi cuaca yang terus diguyur hujan membuat kualitas jamur menurun. Bahkan, tidak sedikit dari bibit yang ada justru tidak tumbuh. ‘’Karena cuaca jamur yang tidak jadi,’’ katanya, kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Biasanya, dirinya mampu memasok pasar sampai 20 Kg setiap hari. Dalam kondisi cuaca saat ini, dirinya hanya sanggup menyuplai jamur tiram di pasar cuma 5 Kg setiap hari. ‘’Turun jauh, harganya juga turun,’’ bebernya.
Menurut dia, jamur tiram miliknya itu sudah ditampung oleh para pengepul. Selanjutnya, para pengepul itu membawa ke pasar. ‘’Kalau dari petani harganya hanya Rp 8 ribu per Kg. Kalau sudah di pasar sampai Rp 10 ribu ke atas,’’ kata petani dari Desa/Kecamatan Tegalsari itu.
Dia menambahkan, kondisi pasar untuk jamur tiram memang tengah lesu. Penyerapan jamur tiram menurun dalam beberapa pekan terakhir. ‘’Sejak musim hujan, melorot terus,’’ keluhnya.
Dia tidak tahu pasti mengapa konsumsi untuk jamur tiram menurun dalam kondisi cuaca yang terus diguyur hujan. Yang pasti, dari pengamatan dia, pasokan jamur tiram di pasar berkurang. ‘’Pasokan berkurang, konsumennya juga kurang. Mungkin itu yang membuat harganya jadi murah,’’ terang bapak satu anak itu.(ton/bay)

(bw/anf/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia