Rabu, 20 Sep 2017
radarbanyuwangi
Ekonomi Bisnis

Kenaikan Harga Cabai Rawit Dipicu Hujan Terus-Menerus

Jumat, 14 Jul 2017 10:00 | editor : Ali Sodiqin

TIDAK STABIL: Fluktuasi cabai rawit di pasaran saat ini sedang tidak stabil.

TIDAK STABIL: Fluktuasi cabai rawit di pasaran saat ini sedang tidak stabil. (ALI NURFATONI/RABA)

BANYUWANGI – Curah hujan tinggi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu pemicu naiknya harga cabai rawit. Itu karena, para petani memilih untuk tidak memetik cabai rawit meski dalam masa panen.
Kenaikan cabai rawit memang cukup menohok dari angka Rp 24 ribu menjadi Rp 35 ribu perkilogram pada Minggu lalu. Tapi, kini cabai rawit tersebut menunjukkan tanda-tanda penurunan. ‘’Mulai turun lagi,’’ ungkap salah satu pedagang yang beroperasi di Pasar Genteng II, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng kemarin.
Dia mengaku bahwa harga cabai rawit langsung melambung ketika stok menipis. Dia menjelaskan, kenaikan cabai rawit itu karena saat ini sedang diguyur hujan yang terus menerus. ‘’Musim hujan terus, tidak ada yang dipanen,’’ paparnya.
Karena stok barang menipis, maka harga bisa langsung tinggi. Apalagi, angka permintaan untuk cabai rawit juga tinggi selama cuaca hujan. ‘’Tadi banyak daerah yang mendung, sekarang harganya turun menjadi Rp 30 ribu per-kilogram,’’ jelas pedagang dari Dusun Sawahan, desa setempat itu.
Dia menambahkan, kalau harga cabai rawit memang sulit diprediksi. Tapi, terjadi kenaikan maupun penurunan harga bisa dilihat permasalahannya. ‘’Kalau barangnya banyak, yang membeli sedikit harga bisa murah,’’ paparnya.
Jika harga cabai rawit sempat meroket, tapi ternyata kenaikan yang cukup signifikan itu tidak berlaku untuk cabai merah besar. Betapa tidak, saat ini lombok gede itu tetap di bawah standar. ‘’Lombok gede masih Rp 8 ribu di pasar,’’ kata Mustofa.
Di pasar Rogojampi, frekuensi kenaikan untuk cabai rawit juga sama dengan pasar lainnya. Para pedagang telah menjual cabai rawit sebesar Rp 35 ribu per-kilogram. ‘’Cabai rawit naik-turun memang sudah biasa. Barangnya sulit, harga bisa tinggi,’’ kata Mimah, salah satu pedagang di pasar tersebut.
Pedagang yang mangkal di Pasar Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Abdul Wahab menyebut, kalau harga cabai rawit memang tengah mengalami tren kenaikan. Sampai saat ini, dia menjual cabai rawit Rp 35 ribu perkilogram. ‘’Kalau besok berubah, tidak tahu lagi,’’ paparnya.
Naik-turunnya harga cabai rawit, papar dia, tergantung dengan permintaan pasar. Sejauh ini permintaan untuk cabai rawit memang tinggi. ‘’Kalau yang membeli banyak, biasanya memang harganya langsung naik,’’ ungkap bapak satu anak itu.
Selain cabai rawit yang mengalami kenaikan, harga komoditas lain seperti aneka sayuran juga mengalami hal serupa. Misalnya, terong welut saat ini tengah melambung tinggi. ‘’Terong welut sekarang harganya naik tajam Rp 6.500 perkilogram,’’ kata Ali Usman.
Padahal biasanya, beber dia, terong welut hanya berkisar Rp 2 ribuan perkilogram. Tapi, saat ini harganya sedang naik daun. ‘’Kalau terong hijau juga naik, tapi harganya masih di bawahnya yaitu Rp 4 ribu,’’ sebutnya. (ton/als)

(bw/anf/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia