Sabtu, 24 Feb 2018
radarbali
icon featured
Hiburan & Budaya

Woow…Kamus Tari Bali Difabel Antar Mahasiswi Undiksha Juara II Pimnas

Selasa, 16 Jan 2018 13:45 | editor : ali mustofa

kamus tari, mahasiswa undiksha, pimnas, juara II

BERPRESTASI: Empat mahasiswa Undiksha sabet juara II di Pimnas ke 30 di Makassar berkat kamus tari Bali bagi penyandang difabel (Istimewa)

SINGARAJA – Kamus Tari Bali bagi disabilitas rungu, ternyata dibuat oleh mahasiswi. Kamus yang diberi nama lengkap Kamus Dasar Gerakan Tari Bali itu pun

berhasil meraih peringkat kedua pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-30, yang diselenggarakan di Makassar pada tahun 2017 lalu.

Kamus Tari Bali itu mulai diaplikasikan pada ajang Pagelaran Tari Pendet Oleh Disabilitas Rungu Terbanyak, di Auditorium Undiksha Singaraja, Minggu (14/1) lalu.

Kamus itu pun memudahkan proses penyeragaman isyarat dan gerak tari, bagi anak-anak disabilitas rungu.

Adalah lima orang mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Undiksha yang menginisiasi terbentuknya Kamus Tari Bali itu.

Kelimanya adalah Ni Putu Riska Arsanti, Ni Wayan Nik Lisa, Ni Putu Trisna Hendrayani, Putu Suryanti, dan IGA Candra Dewi. Mereka dibina oleh dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Undiksha, I Wayan Sujana.

Ide membuat Kamus Tari Bali itu sebenarnya berawal dari hal sederhana. Saat itu, mahasiswi ini mendapatkan mata kuliah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Mereka pun diwajibkan melakukan observasi langsung ke Sekolah Luar Biasa (SLB) terdekat. Ketika itu mereka melihat guru dan siswa sedang latihan menari.

Meski tak bisa mendengar suara tabuh, siswa-siswa disabilitas rungu itu bisa menari dengan baik. Cukup melihat bahasa isyarat yang digunakan oleh guru.

Sayangnya bahasa isyarat yang digunakan pun tidak pasti. “Bahasa isyarat yang digunakan itu tidak baku. Hanya berdasarkan kesepakatan antara guru dengan siswa.

Jadi isyarat di tempat yang satu dengan tempat lain beda-beda. Ini menyulitkan guru dan siswa saat belajar menari,” tutur Ketua Tim Penelitian, IGA Candra Dewi.

Mereka pun langsung tercetus ide membuat kamus gerakan tari bagi para disabilitas rungu. Proposal penelitian pun diajukan ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Gayung bersambut, proposal penelitian mereka diterima. Begitu mendapat kabar proposal diterima, mereka langsung melakukan penelitian yang difokuskan di SLB Negeri 2 Denpasar (dulu SLB-B Negeri Sidakarya, Red).

Butuh waktu hingga setahun, hingga kamus dasar Tari Bali bagi disabilitas rungu itu benar-benar rampung.

Total ada 42 halaman dalam kamus itu, yang merangkum 42 macam gerakan dasar tari. Dari 42 macam gerakan tari itu, ada 23 gerakan dasar tari untuk putri dan 19 gerakan dasar tari bagi putra. 

(rb/eps/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia