Rabu, 17 Jan 2018
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

Sebelum Meninggal, Janda Mendiang I Gusti Ngurah Rai Pesan Begini…

Senin, 11 Dec 2017 07:15 | editor : ali mustofa

janda gusti ngurah rai, dewa kari berpulang, rs sanglah

HAMPIR SEABAD : Desak Putu Kari meninggal Minggu dini hari, setelah sebelumnya dirawat di RS Sanglah. (Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)

DENPASAR – Sebelum meninggal kemarin, Desak Putu Kari, istri  Pahlawan Nasional Brigjen TNI (anumerta) I Gusti Ngurah Rai, sudah divonis dokter mengidap penyakit jantung tahun 2015.

Lima tahun terakhir ini, ingatannya hilang atau  sudah berangsur memudar digerogoti usia yang semakin lanjut.

“Setelah itu mulai dari lima tahun lalu, ingatan mulai berkurang. Jadi, tidak ingat  lagi. Mungkin memori dulu yang muncul,” ujar I Gusti Ngurah Agung Danil Yuda, salah seorang cucu Desak Putu Kari.

Sebelum jatuh sakit, beberapa bulan lalu, Gung Danil mengatakan bahwa Panglima Kodam IX/ Udayana, Mayor Jenderal TNI Komaruddin Simanjuntak datang ke rumah saat ultah Kodam.

Gung Danil mengungkapkan reaksi yang muncul ketika melihat Komaruddin, Putu Kari berteriak ketakutan dan mengucapkan kalimat.

“Jangan tangkap saya. Jangan tangkap saya,” kata Gung Danil – sapaan akrabnya seperti yang diucapkan Putu Kari.

Sejauh ini, di mata anak-anaknya, almarhumah  dikenal sebagai sosok yang selalu menanamkan pantang menyerah, disiplin.

Itu adalah doktrin yang dia selalu tanamkan ke anak dan cucunya, “Kita jangan pernah menyerah. Jangankan kalah, seri pun jangan mau,” ucap Gung Danil menirukan sang nenek.

Tidak hanya  itu, pesan Putu Kari yang pernah disampaikan ke Gung Danil, sebelum I Gusti Ngurah Rai meninggal,  Putu Kari sempat dijanjikan akan diberi satu bintang. 

Sebab, pada saat Indonesia merdeka, I Gusti Ngurah Rai akan meraih dua bintang sebagai tanda jasa. Tapi perjalanan hidupnya ternyata lain.

Sosok  yang sempat berpangkat  militer letnan kolonel ini harus gugur pada 20 November 1946. 

(rb/feb/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia