Selasa, 16 Jan 2018
radarbali
icon featured
Sportainment

Tanpa Vallen, Pertina Bali Optimis 3 Medali di Gubernur NTB Cup

Jumat, 08 Dec 2017 20:45 | editor : ali mustofa

pertina bali, gubernur ntb cup

OPTIMIS: Petinju Bali dan ofisial berpose jelang berangkat mengikuti ajang Gubernur NTB Cup (Pertina Bali for Radar Bali)

DENPASAR - Atlet tinju Denpasar dilepas menuju Gubernur CUP NTB, Kamis (7/12) kemarin. Para atlet Pertina Denpasar yang dijadwalkan bertanding Sabtu (9/12) itu dilepas langsung Ketum KONI Denpasar IB Toni Astawa di Gedung KONI Denpasar.

Toni berharap para atlet mampu tampil maksimal dan menjunjung tinggi sportivitas. "Saya yakin dan optimis melihat semangat atlet dan pengurus Pertina Denpasar. Semoga target medali di Gubernur Cup NTB bisa tercapai," ucap Toni.

Ketua Pertina Denpasar Made Muliawan Arya mengatakan, demi nama baik tinju Denpasar para atlet akan menunjukkan penampilan maksimal.

"Target masih tetap sama seperti sebelumnya. Setidaknya bisa membawa pulang tiga mendali. Harapan minimal 1 emas," kata pria yang akrab disapa De Gadjah tersebut.

Menurutnya, tim tinju Pertina Denpasar yang semula berencana mengirimkan tujuh petinju terbaik, terpaksa harus berkurang.

Pasalnya Valentinus Nahak yang memperoleh medali perak kelas 52 kg dalam kejurnas di Bangka Belitung beberapa waktu lalu undur diri.

Vale harus menjalani pelatihan khusus di Manado Sulawesi Utara terkait persiapan Asia Games 2018 mendatang.

"Tidak ada masalah dengan atlet. Walau berkurang satu, target kami tetap 3 mendali untuk tim Denpasar, Bali," tandasnya.

Dijelaskannya seluruh atlet yang diberangkatkan dalam kondisi prima dan siap tanding. Porprov dan Kejurnas di Bangka Belitung, ungkapnya, menambah kesiapan mental para atlet untuk tampil di NTB, Sabtu besok.

“Kami memiliki petinju-petinju berkualitas dengan jam terbang yang cukup padat di level nasional. Jadi optimis target 3 medali dibawa pulang,” ungkapnya.

Empat petinju yang nanti turun di kelas elite yakni Ipin kelas layang ringan (46 kg), Ferdi kelas layang (49 kg), Maksi kelas bantam ringan (56 kg) dan Jacky Riwu kelas bantam (60 kg), serta Gorris di kelas (64 kg).

Untuk kelas ini dibatasi umurnya maksimal 25 tahun. Sedangkan satu petinju youth atau remaja yakni Edward Putu Anggito yang turun di kelas layang (45 kg).

“Khusus Anggito memang turun di kelas layang dengan 45 kg karena kategorinya youth. Persiapan yang telah kami lakukan juga sudah matang, dan ditangani pelatih Julianus Leo Bunga sekarang ini. Saya yakin petinju kami akan tampil maksimal," paparnya. 

(rb/ken/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia