Senin, 11 Dec 2017
radarbali
icon featured
Dwipa

Aliran Lahar Kembali Terjang Selat, Warga Gelar Ritual Kerahayuan

Kamis, 07 Dec 2017 05:15 | editor : ali mustofa

gunung agung, aktivitas seismik, pipa magma, ritual kerahayuan

HALAU BAHAYA: Warga Banjar Tukad Sabuh, Wayan Pasek, melakukan ritual di aliran lahar hujan Tukad Panti Dusun Geriana Kangin, Duda Utara, Selat, Karangasem. kemarin. (Wayan Putra/Radar Bali)

AMLAPURA—Hujan deras yang mengguyur lereng Gunung Agung kembali membuat beberapa sungai di bawah diterjang aliran lahar.

Di antaranya  Tukad Panti Dusun Geriana Kangin, Duda Utara Selat, Karangasem. Termasuk Tukad Yeh Sah, Muncan, Selat.

Sebelumnya aliran lahar hujan mengerus dasar Tukad Panti. Akibatnya sungai yang awalnya dangkal tersebut sekarang semakin dalam.

Saat ini kedalaman mencapai 2,5 meter. Gerusan ini terjadi dari Dusun Yeh Kori menuju Tukad Sabuh, Geriana Kangin dan juga Pegubungan.

Bahkan di dusun Pegubungan alat berat yang digunakan untuk normalisasi Tukad Panti sempat diterjang lahar karena terlambat memindahkan.

Takut lahar kembali menerjang beberapa warga melakukan ritual di alur sungai tersebut. Kebetulan Rabu kemarin (6/12)  bertepatan dengan Buda Kliwon Pegatwakan.

Seorang warga datang ke sungai sambil melihat lihat bekas aliran lahar.  Lalu mereka meletakkan Canang Sari  di gundukan bebatuan dalam sungai yang dialiri lahar.

Warga memang kerap melakukan persembahyangan ketika aliran lahar datang. Mereka meyakini kalau banjir kali ini merupakan Pemargi Ida Batara Giri Tohlangkir.

Sementara aliran lahar hujan juga membuat sungai menjadi dalam sehingga tidak perlu dilakukan normalisasi lagi.

“Ini sudah di gerus sendiri, sehingga tidak perlu di keruk lagi sudah lancar,” ujar Wayan Pasek, warga banjar Tukad Sabuh, kemarin. 

(rb/tra/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia