Sabtu, 16 Dec 2017
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Cinta Tak Direstui, Gagal Tusuk Paman, Malah Main Keroyok

Rabu, 22 Nov 2017 04:45 | editor : ali mustofa

cinta buta, penganiayaan ringan, polsek dentim

Pelaku Alfianto diamankan di Polsek Denpasar Timur (Istimewa)

RadarBali.com - Cinta itu buta, kadang bikin gila. Ya, begitu banyak kejadian kriminal yang dilakukan karena cinta.

Kali ini, karena cinta terjadi keributan di Jalan Gatot Subroto I Nomor 47, Denpasar Timur, tepat depan Mini Market Sari Dewata, Senin malam (20/11) sekitar pukul 22.00.

Pelaku diketahui bernama Alvianto, 23, yang tak lain adalah ponakan dari saksi bernama Yakubus Kase alias Jack, 40. Sedangkan  korbannya bernama Yohanes Kehi Boni, 27, keponakan dari istri saksi Jack.

Duel saudara ini bermula ketika Jack yang berdomisili di Mengwi, Badung, ini, melarang anak kandungnya yang bernama Lina Kase, 20, berpacaran dengan pelaku.

Alasannya simpel, karena keduanya masih ada hubungan saudara. Dia pun datang ke TKP bersama istri dan anaknya untuk bertemu sang keponakan istri bernama Yohannes alias Yoni.

Karena Yoni dan tiga teman yang bersama-sama asal dari Belu, NTT sedang nongkrong di TKP, Jack akhirnya datang ke tempat nongkrong korban.

Tak berselang lama, dia ditelepon oleh keponakan (pelaku, red) yang berdomisili sementara di kawasan Denpasar Selatan.

“Kata saksi utama yang menelpon itu adalah ponakan. Setelah diterima ternyata keponakan ngambek-ngambek. Dia pertanyakan kenapa melarang mereka berpacaran

dan kenapa hanya diajak ke pantai, saksi nggak mengijinkan anaknya dijemput siang sebelum kejadian,” tutur sumber.

Setelah dijelaskan oleh saksi bahwa keponakannya tidak boleh pacaran dengan anaknya karena masih bersaudara, justru pelaku menantang untuk berkelahi.

“Pelaku mengancam akan ke Mengwin mencari saksi, namun saksi mengaku  bahwa sedang di Gatsu (TKP),” ungkap sumber.

Selang beberapa jam kemudian ternyata Alvianto alias Alvin, asal Belu, NTT ini datang bersama lima orang teman asal Sumba, NTT, yang belakangan diketahui tinggal satu kompleks kosan.

Masing-masing bernama Sipri; Fes Maleno; Jhon Bane; Mikel, dan Asterius Ngongo. “Nah saat itu, Jack dan pelaku sempat berbicara namun sang ponakan korban itu sama sekali tidak terima sehingga sang paman di bentak-bentak,” tututnya.

Saat itu, para pelaku langsung turun dari sepeda motor. Satu diantar mereka mengeluarkan senjata tajam jenis pisau. Korban yang melihat hal itu langsung bangun dari duduknya dan melerai.

Bahkan, korban yang memberitahu saksi utama ini agar hati-hati. Sebab ada yang mau menusuknya. Saksi pun langsung kabur menyelamatkan diri.

Mobil kijang yang dibawa oleh saksi pun ditinggal pergi. Karena pelaku lolos, akhirnya Yohanes Kehi Boni yang menjadi bulan-bulanan penganiayaan 6 orang pelaku ini.

“Warga pun berdatangan dan melerai penganiayaan yang dilakukan oleh 6 orang yang mengakibatkan korban mengalami sejumlah luka pukulan. Korban tidak sampai ditusuk,” tambahnya.

Setelah dilerai warga berusaha mengamankan para pelaku namun pelaku utama berhasil kabur. Beruntung, polisi berhasil menangkapnya.

Kapolsek Denpasar Timur Kompol Adnan Pandibu membenarkan terjadi penganiayaan terhadap korban oleh sekelompok pelaku yang diduga motifnya hanya karena salah paham. 

“Saat ini pelaku sudah diamankan dan dalam pemeriksaan di Polsek Dentim,” bebernya

(rb/dre/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia