Jumat, 15 Dec 2017
radarbali
icon featured
Dwipa

Tak Kunjung Ditertibkan, Lagi Aktifitas Galian C Ganggu Seismograf

Minggu, 19 Nov 2017 12:15 | editor : ali mustofa

gunung agung, aktivitas seismik, pipa magma

MASIH AKTIF: Aktivitas penambangan galian C di Desa Sebudi, Selat, masih berlangsung (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

RadarBali.com - Aktifitas galian C di lereng Gunung Agung seperti di Desa Sebudi, Selat, Karangasem, dan sekitarnya ternyata masih mengganggu peralatan milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Terutama mengganggu seismograf, alat pembaca gempa milik Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Rendang.

Bahkan, gangguan tersebut dinilai sangat mengganggu karena membuat petugas kebingungan melakukan pendataan aktivitas kegempaan.

Aktivitas galian C di Selat, terutama di Desa Sebudi, memang belakangan ini sebagian kembali berlangsung.

Ini bisa dilihat dari aktivitas truk galian C yang melintas dari Selat ke Sidemen, atau dari Selat ke Rendang, Karangasem.

Gangguan tersebut diakui petugas Pos Pengamatan Rendang Nurul Husaeni.  “Ya, getaran yang dihasilkan alat berat di galian C terkadang menutupi gempa yang ada karena kekuatanya di bawah getaran alat tersebut,” ujar Nurul Husaeni.

Tentu hal ini sangat berbahaya. Karena pemantauan aktivitas gunungapi ini berkaitan dengan keselamatan warga sekitar Gunung Agung.

Kalau petugas sampai salah rekam dan mengeluarkan rekomendasi karena ada getaran lain yang ditangkap, kata dia, tentu perintah atau rekomendasi yang di keluarkan akan lain.

Diakui, gempa yang dihasilkan atau getaran yang dihasilkan alat berat dengan gempa yang ada di Gunung Agung bisa dibedakan.

Asal, kata dia, gempa tersebut kekuatannya lebih besar dari getaran alat tersebut. Tetapi, untuk gempa dengan kekuatan kecil yang getaranya di bawah alat tersebut sulit di bedakan dan dideteksi. 

(rb/tra/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia