Senin, 20 Nov 2017
radarbali
icon featured
Bali United

15 Menit Pertama dan Terakhir yang Menyakitkan Bagi Alfonsius Kevlan

Rabu, 15 Nov 2017 11:15 | editor : ali mustofa

bali united, alfonsius kevlan

BERPISAH: Kiper ketiga Bali United Alfonsius Kelvan berlatih di Stadion Gajayana jelang duel kontra Arema FC di putaran I lalu. (Alit Binawan/Radar Bali)

RadarBali.com - “The first and the last in 2017. Thank you Bali United”. Itu adalah postingan terakhir penjaga gawang ketiga Bali United, Alfonsius Kelvan setelah tahu dia tidak diperpanjang lagi kontraknya oleh Bali United musim depan.

Rasa bangga, sedih, dan kecewa campur aduk dalam diri Alfon. Bangga bisa berseragam Bali United dan mendapat dukungan yang begitu besar dari suporter.

Sedih karena tidak diperpanjang masa baktinya bersama Serdadu Tridatu. Tapi, begitu kecewa karena hanya mendapat jatah bermain 15 menit saja selama membela Bali United.

Itupun saat pertandingan terakhir kontra Persegres Gresik United. Kepada Jawa Pos Radar Bali, dia menganggap ada yang tidak adil dalam keputusan yang dibuat Bali United.

“Saya tidak diperpanjang. Tuhan tidak akan tutup mata. Di atas langit masih ada langit,” ucapnya saat diwawancarai Selasa kemarin (14/11).

Alfon memang terlihat begitu sedih dengan apa yang terjadi saat ini. “Saya hanya main 15 menit. Habis itu saya tidak diperpanjang. Sakit sih, tapi ya sudahlah. Nggak nyangka ini 15 menit pertama dan terakhir saya,” bebernya.

Terlepas dari rasa sedih dan kecewa setelah Manajemen Bali United mendepak dia, di lubuk hati paling dalam Alfon ada rasa bangga

karena suporter Bali United sangat menghargai perjuangan dirinya  menembus tim utama Serdadu Tridatu di Liga 1 musim 2017.

Ratusan komentar sudah dilontarkan netizen untuk Alfon di akun instagram miliknya. Hampir semuanya bernada positif dan memberi semangat.

“Tidak menyangka mereka (suporter, red) begitu perhatian dan menghargai saya. Asli saya sedih. Saya merasa dihargai banget sama suporter,” terangnya.

“Saya dari dulu ingin sekali main disini (Bali United, red) karena ibu asli Bali. Saya sayang banget sama ibu. Makanya saya hargai orang Bali sama seperti keluarga buat saya,” tambah penjaga gawang berdarah Tabanan – Kupang ini.  

(rb/lit/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia