Jumat, 24 Nov 2017
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Ditahan di Mako Brimob, Kapolda Perintahkan Usut Backing Jero Jangol

Rabu, 15 Nov 2017 08:15 | editor : ali mustofa

penggerebekan narkoba, polresta denpasar, dprd bali, jero jangol

DISIDK: Jero Jangol diperiksa penyidik pascatertangkap di Payangan, Gianyar, Senin malam (Istimewa)

RadarBali.com - Begitu tertangkap, penyidik langsung mencecar wakil ketua DPRD Bali Jero Gede Komang Swastika alias Jero Jangol dengan beragam pertanyaan di Mako Brimob Bali.

Penyidik tak hanya menuntaskan pengusutan asal-usul narkoba, senjata api, dan keberadaan Wayan Kembar, tapi juga siapa saja yang jadi backing bisnis haram politikus ini di dunia narkoba.

Termasuk orang-orang yang membantunya selama melarikan diri. Jero Jangol ditahan di Mako Brimob agar penyidikan berjalan lancar tanpa gangguan kerabat maupun temannya.

Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose usai memimpin upacara HUT ke- 72 Brimob di Mako Brimob kemarin (13/11) menyatakan, tidak ada pertimbangan khusus menahan oknum anggota DPRD Bali itu di mako.

Dia menuturkan bahwa penahanan itu di mana saja sama. Baik di Polresta, Polda Bali, dan Mako Brimob karena masih sama-sama dalam wilayah Polda Bali.

Dikatakan Irjen Petrus Golose, saat ini penyidik masih mengembangkan motif dan modus operandi Jero Jangol.

Pria yang diduga kecanduan berat ini langsung menjalani pemeriksaan terkait asal - usul barang bukti narkoba, jaringannya, bandar, backing hingga senpi dan aktivitas di rumahnya  di Jalan Pulau Batanta No. 70 Denpasar.

Lazimnya untuk kasus narkoba penyidik memanfaatkan  waktu selama enam hari untuk pemeriksaan. Penyidikan intensif ini dirasa perlu dilakukan demi mengungkap jaringan.

Termasuk mendapatkan informasi seputar kakaknya yang masih buron; Wayan Kembar. “Asal-usul narkoba, senjata api, keberadaan Wayan Kembar, dan siapa yang mem-backingi bisnis haram politisi ini di dunia narkoba.

Hingga mencari tahu pihak yang membantunya melarikan diri. Ini kami sedang mendalami dan kami akan ungkap,” tutur perwira tinggi kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 27 November 1965 silam ini.

Menurutnya, ada sejumlah orang diduga kuat ikut membantu pelarian pria gemuk itu. Dan, orang-orang itu kini tengah diperiksa penyidik.

“Saat dia ditangkap, Jero Jangol sedang tidur di dalam kandang sapi.  Dia tidak melawan dan tidak membawa senjata,” ungkap jenderal yang ikut melumpuhkan teroris Dr. Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005 silam ini.

Kapolda Bali menerangkan bahwa dari tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan masuk DPO, sudah dua orang yang berhasil diamankan.

Yakni, Jro Gede Komang Swastika dan istrinya Ni Luh Ratnadewi. Saat ini, polisi masih memburu tersangka I Wayan Sunada alias Made Kembar. Kakak Jangol ini diduga sudah kabur keluar Bali.

“Saat ini masih dalam proses penyelidikan. Anggota sudah bekerja dan sedang memeriksa tersangka. Secara keseluruhan kondisi tersangka ini dalam keadaan sehat.

Kalau kronologis penangkapan merupakan taktik dan teknik petugas kepolisian untuk menangkap kasus. Jadi, tidak boleh dibeberkan kepada publik,” tandasnya. 

(rb/dre/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia