Senin, 11 Dec 2017
radarbali
icon featured
Travelling

Dewa Budjana Angkat Kisah Pahlawan Wanita Bali Lewat Lagu

Selasa, 14 Nov 2017 19:45 | editor : ali mustofa

dewa budjana, angkat kisah kepahlawanan

Gitaris GIGI Dewa Budjana (Marcello Pampurs/Radar Bali)

RadarBali.com - Nama Ida Dewa Agung Istri Kanya dikenal masyarakat Bali sebagai sosok pahlawan perempuan yang berani melawan tentara Belanda dengan strategi jitu.

Tumbuh di lingkungan Keraton Semarapura, sosok ini pun turun memimpin Perang Kusamba pada tahun 1849. Namun sayangnya, andil besarnya ini belum diakui sebagai pahlawan nasional.

Mengapresiasi perjuangan  Istri Kanya, seniman asal Bali sebut saja Dewa Budjana, duo remaja berbakat Aya dan Laras BTMDG serta sang Ibu, Heny Janawati mengangkat kembali peran sang pahlawan Bali ini lewat lagu.

Judunya pun diambil dari nama lengkap sang pahlawan, I Dewa Agung Istri Kanya. Pada project kolaborasi yang juga didukung penuh oleh Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta dan sejumlah musisi ini, Dewa Budjana bertindak sebagai composer dan gitaris.

Sedangkan Heny Janawati, yang merupakan ibu dari Aya dan Laras BTMDG sebagai penulis lirik dan juga mengisi Vocal, Aya BTMDG mengisi Violin dan Laras BTMDG mengisi vokal.

Menariknya lagi, project kolaborasi ini juga melibatkan banyak musisi dan seniman Bali lainnya yang berasal dari Klungkung.

Sebut saja Gustu Brahmanta pada  drum, Gede Yudis (Keyboard) Angga dari band XXX, (Bass), Rahtu band XXX (vokal) Ketut Margi, DeArtha,

Klungkung Youth Choir (KYC) pimpinan  Nyoman Widana, dan masih banyak musisi modern dan tradisional lainnya juga akan terlibat langsung dalam lagu ini.

Ditemui di salah satu lokasi di Denpasar, Senin (13/11) kemarin, Heny Janawai mengatakan, dibuatnya lagu yang berbahasa Indonesia ini karena sosok Ida I Dewa Agung Istri Kanya tak dianggap sebagai pahlawan nasional.

Meski pada kenyataannya dia memiliki andil yang besar di zaman penjajahan Belanda. “Saya sebagai seorang musisi dan wanita

yang peduli dengan isu feminisme, kenapa kok kita punya pahlawan wanita seperti ini tidak muncul ke permukaan,” ujarnya.

Dikatakan, awalnya pihaknya ingin mengangkat kisah pahlawan ini ke dalam drama musikal. Namun karena masih kurangnya bukti sejarah

tentang Ida I Dewa Agung Istri Kanya dan butuh banyak banyak waktu untuk berproses, akhirnya diputuskan untuk mengangkatnya dalam sebuah karya lagu.

Sementara itu, sang komposer, Dewa Budjana mengatakan bahwa untuk konsep musiknya sendiri telah dibuatnya sejak setahun terakhir.

Namun baru saat ini ditemukan lagu atau lirik yang cocok untuk dikombinasikan menjadi sebuah lagu secara utuh.

Setelah dirasa cocok, pihaknya pun mengumpulkan sejumlah seniman asal Klungkung untuk dan bekerja secara sukarela dalam project ini.

“Kami mengumpulkan seniman-seniman asal Klungkung untuk sama-sama ngayah, dan bukan bermaksud untuk mengkotak-kotakan seniman di Bali,” kata Dewa Budjana.

Sejauh ini, proses penggarapan untuk vokalnya telah mencapai lebih dari 50 persen. Kendati demikian, selain musisi yang telah ada saat ini, akan ada juga musisi tambahan yang akan terlibat secara sukarela dalam lagu ini.

“Intinya kami ingin mengangkat sosok pahlawan wanita asal Bali ini ke permukaan agar dikenal secara nasional sebagai seorang pahlawan,” tandas gitaris band Gigi ini.

(rb/mar/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia