Jumat, 24 Nov 2017
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Duh, Terlibat Serempetan, Debt Colector Leasing Main Hajar, Ujungnya..

Kamis, 19 Oct 2017 14:15 | editor : ali mustofa

debt colector, main hajar, polsek denbar

Porwo Koespandi (Istimewa)

RadarBali.com - Tabiat Porwo Koespandi, 25, debtcolector sebuah perusahaan leasing sungguh berlebihan.

Hanya karena insiden lalu lintas kecil alias serempetan, pria beristri yang tinggal di Jalan Letda Reta Gang 16 No. 1 Denpasar ini tega menghajar I Kadek Elihandoko, 23, dan Zulham Jaelani, 23, Rabu (18/10).

Mirisnya, peristiwa tragis tersebut terjadi pukul 17.30 di parkir RS Sanglah. Seorang warga merekam aksi sok jagoan si anak oknum pensiunan TNI ini.

Khususnya saat adegan pelaku menendang korban yang sudah terkapar tak berdaya. Video amatir itu pun sontak viral di media sosial.

Kapolsek Denpasar Barat Kompol Gede Sumena mengatakan, akibat terjangan pelaku korban I Kadek Elihandoko asal Buleleng yang tinggal di Jalan Satelit No. 41 Denpasar menderita bengkak dan luka di bagian betis kanan.

"Itu akibat diinjak dengan kaki oleh terlapor. Korban juga mengeluh sakit di punggung akibat diinjak," ucapnya.

Sakit yang diderita korban kedua, Zulham Jaelani tak kalah parah. Akibat ditendang beberapa kali oleh pelaku korban menderita sakit pada kepala. Pipi sebelah kiri korban robek

Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Aan Saputra menjelaskan kronologis peristiwa sepele yang menghebohkan tersebut.

Menurutnya, sebelum insiden terjadi korban berdua berboncengan hendak menyeberang di jalan sebelah timur RS Sanglah.

"Terlapor sempat menyerempet korban karena korban posisi berhenti. Tak terima terlapor langsung mengejar korban sampai di areal Parkir RS Sanglah. Di sanalah penganiayaan terjadi," ucap Aan.

Imbuhnya dalam kondisi ramai pelaku tak segan-segan menghajar kedua korban. Tanpa didahului kata-kata pelaku langsung menendang kedua korban sampai terjatuh lalu diinjak dengan kaki.

Mendengar informasi tersebut aparat kepolisian tak tinggal diam. Tim Opsnal Polsek Denpasar Barat dipimpin Panit Buser Ipda I Nengah Seven Sampeyana bergerak mengejar pelaku setelah kedua korban melapor.

Penangkapan pun dilakukan  di rumah pelaku. "Di asrama tentara sempat terjadi cekcok karena keluarga pelaku nggak ngaku," jelas mantan Kanitreskrim Polsek Mengwi tersebut.

Imbuhnya polisi menangkap pelaku di rumahnya saat si target pulang kerja. Menariknya, meski sok jagoan ternyata Porwo Koespandi masih punya air mata.

Kala dimintai keterangan alias diinterogasi pelaku berulangkali minta maaf sambil menangis. Tak hanya menangis, informasi yang didapat pelaku juga terkencing di celana kala mengetahui dirinya akan dijebloskan ke sel tahanan

(rb/ken/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia