Senin, 20 Nov 2017
radarbali
icon featured
Politika

Demokrat Targetkan Incar Lima Kursi di Dewan Kota

Selasa, 17 Oct 2017 19:45 | editor : ali mustofa

partai demokrat, kpu denpasar, verifikasi parpol

SERAHKAN BERKAS: Pengurus DPC Demokrat Denpasar mendatangi KPU Kota untuk menyerahkan berkas verifikasi parpol kemarin (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com - Partai Demokrat menjadi partai besar yang terakhir melakukan pendaftaran dan penyerahan berkas di KPU Kota Denpasar Senin kemarin.

Partai berlambang  mercy ini memilih hari terakhir. Dan memasang target bisa menang mutlak   dalam pemilu 2019 nanti. 

Selain membawa massa, Partai Demokrat  diiringi oleh gamelan Geguntangan. Saat memasuki kantor KPU, massa meneriakkan nama AHY (Agus Harimurti Yudhoyono), anak sulung dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan juga meneriakkkan nama SBY. 

Ketua DPC Partai Demokat Denpasar AA Ketut Asmara Putra atau biasa disapa Gus Cilik mengklaim Demokrat siap menghadapi pemilihan umum 2019 nanti.

Dia mengatakan jumlah KTA dan e-KTP yang diserahkan 1.222 sesuai dengan data Sipol. Selain itu, Gus Cilik juga akan berjuang untuk menambah lima kursi lagi di DPRD Kota Denpasar.

Kini, Demokrat memiliki enam kursi, sehingga pemilu 2019 nanti, ada 11 kursi yang diincar. "Kami tidak muluk-muluk ya. Kami akan berjuang maksimal. Ya bertambah 3 sampai 5  kursi lagi lah," ucap pria yang juga menjabat sebagai pimpinan di DPRD Kota Denpasar ini.

Beberapa saat setelah Demokrat datang, ada dari Partai Bulan Bintang yang datang untuk mendaftar. Namun, anehnya tak semeriah partai lain karena PBB hanya berdua. 

Sekretaris DPC Partai Bulan Bintang Kot Denpasar, Nurlisa Amelia mengklaim PBB membawa 644 KTA, dan e-KTP. Saat ditanya kenapa hanya berdua, Nurlisa mengatakan bahwa anggota yang lain sibuk bekerja.

Ketua KPU Kota Denpasar, I Gede John Darmawan mengatakan  untuk Partai Demokrat berkas yang diterima sudah lengkap. 

Tetapi, dia mengatakan ada satu partai yang ditolak, yaitu Partai Bulan Bintang Kota Denpasar. Itu dikarenakan DPP dari partai Bulan Bintang belum mendaftar ke KPU RI. "Kamu tidak bisa terima bila DPP belum daftar di KPU RI," tandasnya. 

(rb/feb/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia