Jumat, 24 Nov 2017
radarbali
icon featured
Politika

Serahkan Bukti, Gerindra Tampilkan Atraksi Garuda Tendang Hanoman

Senin, 16 Oct 2017 11:45 | editor : ali mustofa

kpu klungkung, partai gerindra

DAFTAR PILEG: Ribuan kader Partai Gerindra ikut serta dalam proses penyerahan salinan bukti daftar keanggotaan partai politik ke kantor KPU Klungkung, Minggu (15/10). (Dewa Ayu Pitri Arisanti/Radar Bali)

RadarBali.com - Satu-persatu partai politik mendatangi KPU Klungkung untuk menyerahkan salinan bukti daftar keanggotaan partai politik.

Dalam agenda ini, beberapa partai politik melakukannya dengan sangat meriah. Ada yang seragam menggunakan destar Dara Kepak, dan ada pula yang diiringi gambelan baleganjur serta dituntun Hanoman.

Seperti yang dilakukan Partai Gerindra Klungkung. Mereka membawa ribuan kader yang seluruhnya menggunakan pakaian adat Bali warna putih, kemarin.

Disertai iringan gamelan baleganjur, mereka membawa maskot Hanoman dan burung Garuda. Uniknya, setiba di kantor KPU, Garuda dan Hanoman saling rebut salinan bukti daftar keanggotaan partai politik.

Puncaknya, Hanoman ditendang oleh Garuda. Sang Garuda kemudian menyerahkan salinan tersebut kepada Ketua DPC Gerindra Klungkung, Wayan Baru.

Dalam kesempatan tersebut tampak hadir pasangan incumbent I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta beserta istri dan anak masing-masing.

Menurut Ketua DPC Gerindra Klungkung, Wayan Baru, jumlah anggota yang didaftarkan sebanyak 463 keanggotaan.

“Untuk Kecamatan Banjarangkan sebanyak 110 anggota, Kecamatan Dawan 118 anggota, Kecamatan Klungkung 116 anggota, dan Kecamatan Nusa Penida sebanyak 119 anggota,” bebernya.

Disinggung mengenai filosofi dari atraksi saling rebut berkas yang dilakukan Hanoman dan Garuda, Baru menuturkan bahwa itu mengisahkan ada pihak yang ingin mencuri persyaratan dokumen dari Partai Gerindra.

Dalam hal ini si pencuri digambarkan sebagai Hanoman sedangkan Partai Gerindra digambarkan sebagai sang Garuda.

“Garuda yang tidak menerima tindakan itu kemudian berupaya mempertahankan dan akhirnya Hanoman tidak berhasil merebutnya,” tuturnya.

Baru menargetkan pada Pileg 2019 minimal bertahan di pencapaian kursi saat ini. “Untuk rekomendasi Pilbup 2018, tanggal 17 Oktober ini saya akan ke Jakarta.

Yang jelas rekomendasi Swasta Jilid II itu harga mati untuk Partai Gerindra. Partai Gerindra tidak pernah plinplan, tetap satya wacana (tepat pada janji, red),” tandasnya.

Ketua KPU Klungkung I Made Kariada mengungkapkan, sudah ada lima partai, yaitu PDIP, PSI, Perindo, Gerindra, dan NasDem, yang mendaftar.

Hanya saja NasDem belum lengkap salinan bukti daftar keanggotaan partai politik dan hingga saat ini belum datang kembali untuk melengkapi.

Menurutnya, kalau sampai batas terakhir tanggal 16 Oktober 2017 pukul 24.00 belum melakukan penyerahan salinan bukti daftar keanggotaan partai politik, maka untuk di Klungkung tidak diikutkan proses selanjutnya, yaitu verifikasi administrasi.

Dan partai politik tersebut terancam tidak bisa mengikuti Pemilu 2019. “Begitu tiga kabupaten/kota tidak lolos, maka di Provinsi pun tidak lolos,” tandasnya.

(rb/ayu/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia