Minggu, 22 Oct 2017
radarbali
icon featured
Bali United

Coach Widodo Anggap Adil Sukses Bisa Tahan Persib dengan Skor Kacamata

Jumat, 22 Sep 2017 08:04 | editor : ali mustofa

TAK BERKUTIK: Shohei Matsunaga gagal menyisir sisi sayap karena dihadang pemain Bali United di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Bandung, kemarin

TAK BERKUTIK: Shohei Matsunaga gagal menyisir sisi sayap karena dihadang pemain Bali United di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Bandung, kemarin (Alit Binawan/Radar Bali)

RadarBali.com – Skor kacamata 0-0 harus diterima sang tuan rumah Persib Bandung melawan Bali United di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung Kamis sore kemarin (21/9).

Jelas ini adalah hasil yang adil mengingat kedua tim sama-sama ingin meraih poin di pertandingan kali ini.

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro usai pertandingan kemarin mengatakan, puas dengan hasil yang diterima anak asuhnya.

Meski secara tim ingin meraih kemenangan untuk bisa mempersempit jarak dengan pemuncak klasemen sementara Bhayangkara FC yang berhasil menang 2-1 melawan Borneo FC.

“Sebelumnya kami katakan jika Tuhan mengizinkan, kami ingin mencuri satu atau tiga poin. Tetapi Tuhan adil karena memberikan hasil imbang untuk kedua tim,” ucapnya.

Terlepas dari hasil imbang yang diterima Serdadu Tridatu, ada catatan yang harus diperbaiki usai pertandingan kemarin.

Memang permainan Bali United terlihat berbeda dari saat mengalahkan Persija Jakarta di pekan sebelumnya atau saat bertanding melawan tim lain.

Permainan Serdadu Tridatu tidak berkembang melawan Maung Bandung – julukan Persib Bandung.

Terlebih permainan dari lini kedua Bali United. Supply bola ke tukang gedor Sylvano Comvalius tidak ada di pertandingan kemarin.

Mantan arsitek Sriwijaya FC itu pun mengakuinya. “Itu semua ada di takti dan strategi Persib. Mungkin Persib bisa membaca taktik yang kami miliki dan bisa menyulitkan kami,” ucapnya.

Bali United juga sukses meredam sayap-sayap Persib yang diisi Shohei Matsunaga di kiri dan Febry Hariadi di kanan.

“Sebelumnya kami sudah evaluasi apa yang harus kami lakukan lawan Persib. Sebenarnya bukan sayap Persib yang kami antisipasi, tetapi alur bola ke sayap-sayap mereka yang dimatikan,” terangnya.

Itu sebabnya Febry Hariadi tidak terlalu berkutik melawan Ricky Fajrin. Sedangkan Shohei beberapa kali tidak bisa mengembangkan permainannya meskipun Hasyim Kipuw beberapa kali berhasil dilewati.

(rb/lit/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia