Minggu, 22 Oct 2017
radarbali
icon featured
Dwipa

Aktivitas Gunung Agung Naik, Cok Ace : Kita Bisa Ubah Bencana Jadi Atraksi

Kamis, 21 Sep 2017 20:15 | editor : ali mustofa

EKSOTIS: Pemandangan mengesankan dari puncak. Bisa lihat Gunung Batur dan Gunung Abang

EKSOTIS: Pemandangan mengesankan dari puncak. Bisa lihat Gunung Batur dan Gunung Abang (dok.jawapos.com)

RadarBali.com – Aktivitas vulkanik Gunung Agung di Karangasem  yang menaikan status menjadi level Siaga  masih belum berdampak pada denyut pariwisata di Bali.

Okupansi hunian kamar hotel di Bali dinyatakan masih normal alias belum goyah. Sejak aktivitas gunung Agung bergeliat, aktivitas pariwisata masih cenderung normal.

Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Bali pun terus mencari update informasi kondisi riil tentang kondisi gunung Agung saat ini.

Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengungkapkan kondisi riil tidak separah yang diberitakan di media sosial saat ini.

Pihaknya telah melakukan koordinasi yang intens dengan pemerintah, BTB dan BPBD serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mencari informasi yang benar.

“Setiap informasi sangat penting, tapi harus difilter juga. Agar tidak membuat panik masyarakat terutama wisatawan yang ingin datang ke Bali,” kata Cok Ace – sapaan akrabnya.

Pihak PHRI sendiri pun telah merilis informasi yang disebarkan kepada para agen travel di domestik mapun luar negeri untuk mengetahuio respon pariwisata di Bali.

Ketika terjadi hal terburuk, ia akan memberitahukan kepada wisatawan tentang kondisi riil yang tengah terjadi.

“Kendala terburuk terjadi pada penerbangan, Selama pesawat masih bisa mendarat itu masih aman,” terangnya.

Bahkan mantan Bupati Gianyar ini membuat lelucon bagaimana wisatawan saat terbang disamping disuguhi pemandangan awan, juga disuguhi pemandangan gunung Agung ketika melintas di kawasan tersebut.

“Selama tidak terganggu, kita bisa ubah bencana menjadi wisata atraksi,” kelakarnya. Belajar dari pengalaman erupsi gunung Raung dan Rinjani ketika penerbangan terganggu, hampir benar-benar lumpuh.

Melihat kondisi waktu lalu, ketika penerbangan dipindahkan ke Juanda akan sangat sulit. “Tapi sejauh ini belum ada pembatalan kunjungan, tapi kami berharap tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” tutur tokoh Puri Ubud ini.

(rb/zul/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia