Rabu, 20 Sep 2017
radarbali
Hukum & Kriminal

Mafia Kasus Tumbuh Subur, Situs PN Singaraja Diretas Hacker

Kamis, 14 Sep 2017 22:17 | editor : ali mustofa

Laman PN Singaraja dihacker

Laman PN Singaraja dihacker (repro radar bali)

RadarBali.com – Lagi-lagi situs resmi Pengadilan Negeri (PN) di Bali di retas. Setelah sebelumnya situs resmi PN Negara, Kabupaten Jembrana dihack pada Rabu (10/5) lalu dengan muncul foto Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Kamis (14/9) giliran situs resmi PN Singaraja yang diretas oleh hacker.

Laman situs http://pn-singaraja.go.id/ tersebut kini berisi tulisan Hacked by Speedy – 03, Typical idiot security wuz her. “official member: ice-cream- mirav – keren.id – wokaboya – speedy-03 – grac3 – pys404”.

Di atas tulisan tersebut berisi bergambar seorang yang menggunakan topi merah dengan latar belakang berwarna hitam.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali hingga pukul 23.00, situs tersebut tidak bisa di akses. Beragam tanggapan pun muncul oleh para netizen.

Mereka menduga hal ini ada kaitannya dengan berita tentang premanisme di lembaga yudikatif tersebut.

Berdasar penelusuran Jawa Pos Radar Bali, diretasnya situs PN Singaraja tersebut, ada dugaan munculnya isu mafia yang tumbuh subur di PN Singaraja.

Hal tersebut mengacu pada kasus yang terjadi pada Jumat (8/9) saat sidang gugatan prapradilan terhadap Kapolres Buleleng terkait kasus SP3 penggelapan angklung keluarga.

Dalam sidang tersebut berlansung cukup tegang. Sebagai pemohon, Gusti Putu Adi Kusuma Jaya tidak terima dengan hasil putusan dan melihat banyak kejanggalan.

Bahkan, dalam sidang tersebut juga muncul beberapa oknum yang diduga preman ikut memantau persidangan hingga pembacaan amar putusan.

Akhirnya, tuntutan terhadap Kapolres Buleleng tersebut kandas oleh Hakim tunggal I Nyoman Dipa Rudiana dengan dengan Panitera Pengganti Made Ari Kurniawan.

Dalam Perkara Pra Peradilan, Nomor: 2/Pid.Pra/2017/PN.Sgr, tanggal 18 Agustus 2017.

 Meskipun hal tersebut masih dugaan adanya hubungan dengan kasus tersebut, para netizen pun berharap ada perbaikan yang dilakukan oleh lembaga yudikatif untuk memberantas mafia hukum.

(rb/mus/ara/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia