Selasa, 21 Nov 2017
radarbali
icon featured
Dwipa

Ubud Semrawut, Tarik Personel, Ini Alasan Dishub Gianyar

Kamis, 14 Sep 2017 17:45 | editor : ali mustofa

KRODIT: Situasi lalu lintas Ubud tidak berubah pasca rapat bersama instansi dan pelaku wisata beberapa waktu lalu

KRODIT: Situasi lalu lintas Ubud tidak berubah pasca rapat bersama instansi dan pelaku wisata beberapa waktu lalu (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com - Kondisi lalu lintas di pusat “kota” Ubud, yang terdiri dari Puri Ubud, pasar dan Monkey Forest tidak berubah.

Semrawut di mana-mana. Ironisnya, sejak lima hari lalu, tak satu pun ada petugas Dinas Perhubungan (Dishub) mengatur lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, Wayan Artana mengaku, ada penarikan terhadap 14 orang personil dishub. Petugas yang sebelumnya ditugaskan di Ubud sejak awal September ini harus memback up event besar.

Artana mengaku, pihaknya membutuhkan tenaga ekstra untuk pengamanan dua event besar, yakni Porprov Bali XIII dan International Conference of National Trusts (ICNT) di Kabupaten Gianyar.

“Tenaga kami juga terbatas, makanya yang di Ubud kami tarik untuk sementara waktu,” ujar Artana yang penggemar bonsai itu.

Artana pun memastikan, setelah pelaksanaan dua event besar itu, personil yang sebelumnya bertugas di Ubud akan dikembalikan.

“Setelah ICNT ini saja, pasti kami kembalikan personil untuk mengatur arus lalin di Ubud. Untuk sementara kami mohon permakluman  karena keterbatasan personil,” tukasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, suasana di jalur melingkar, Monkey Forest, Puri Ubud, dan Pasar Ubud padat merayap.

Kendaraan travel, jalan berhimpitan. Turis yang akan menyeberang jalan pun harus mengerutkan dahinya karena harus waspada saat menyeberang jalan.

Kemacetan juga diperparah dengan parkir kendaraan yang memakan badan jalan. Kendaraan ada yang diparkir sengaja melabrak rambu larangan parkir.

(rb/dra/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia