Minggu, 24 Sep 2017
radarbali
Features
Samuel Yustinus, Remaja Korban Tabrak Lari

Bisu, Tanpa Identitas, Keluarga Tak Jelas, Bingung Lacak Keluarganya

Rabu, 13 Sep 2017 17:15 | editor : ali mustofa

SULIT DITELISIK : Samuel Yustinus saat berada di ruangan IGD RS Sanglah. Tak mudah untuk menelusuri keluarganya karena tuna wicara.

SULIT DITELISIK : Samuel Yustinus saat berada di ruangan IGD RS Sanglah. Tak mudah untuk menelusuri keluarganya karena tuna wicara. (Juliadi/Radar Bali)

Seorang remaja yang diperkirakan berusia belasan tahun belum diketahui identitasnya secara pasti.

Penderita disabilitas ini bisa menulis namanya. Kini, korban tabrak lari tersebut masih mendapat perawatan medis di ruangan IGD RS Sanglah.

JULIADI, Denpasar

PASIEN  dengan gangguan tuna wicara alias bisu ini tiba di IGD diangkut ambulans BPBD Kota Denpasar.

Dia akhirnya diselamatkan sekitar pukul 04.00 dini hari Selasa, kemarin (12/9). Hingga saat ini keluarganya pun tak kunjung datang untuk menemuinya.

Informasi yang didapat koran ini kemarin menyebutkan bahwa remaja laki-laki yang dirawat di ruangan tindakan IGD bernama Samuel Yustinus.

Ini terungkap saat dia kondisinya membaik, dan dia bisa menulis namanya. Meski begitu, Samuel belum diketahui pasti identitasnya secara rinci.

Apalagi dia sebelumnya sempat mengalami hilang ingatan. Yakni setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang membuatnya menderita luka serius. 

Kasubbag Humas RS Sanglah, I Dewa Ketut Kresna, menuturkan terlalu sering pihaknya menerima pasien tanpa keluarga. Dan tanpa identitas secara jelas.

Misalnya di bulan Agustus lalu sekitar 3 pasien tanpa yang diterima RS Sanglah. Untuk pasien dengan nama Samuel Yustinus, datang ke RS Sanglah tidak membawa kartu identitas apa pun. Juga  tidak ada keluarga yang mengantarnya.

Kondisi Samuel cedera dengan luka bengkak pada bagian mata dan pipi sebelah kanan. Samuel yang nahas ini mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan dan ditemukan oleh petugas BPBD Kota Denpasar.

Selain itu setelah dilakukan cek medis dan wawancara oleh petugas medis RS Sanglah. Pasien tersebut mengalami gangguan saraf di otak dan tuna wicara.

“Hingga saat ini kami kesulitan menelusuri identitas lengkap pasien. Kemudian, belum ada keluarganya yang datang ke RS Sanglah menjenguknya,” ujar pria lulusan Universitas Udayana (Unud) Denpasar, ini. 

Dikatakan Kresna, RS Sanglah akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial mengenai pasien dengan status tanpa keluarga tersebut. Agar dapat diketahui keluarganya.

“Kami berharap mudahan keluarga pasien dapat ditemukan secepatnya. Jika ada keluarga pasien atas nama Samuel Yustinus tolong datang ke IGD RS Sanglah,” imbuhnya.

(rb/jul/pit/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia