Senin, 25 Sep 2017
radarbali
Politika

Kader Sebut Rekomendasi 90 Persen Koster, Yakin?

Selasa, 12 Sep 2017 07:15 | editor : ali mustofa

Wayan Koster

Wayan Koster (dok.radar bali)

Radar Bali.com — Meski belum ada kepastian rekomendasi dari DPP PDIP, kader banteng di bawah yakin jika rekomendasi Cagub Bali bakal jatuh ke tangan Wayan Koster.

Keyakinan itu diungkapkan kader senior PDIP asal Buleleng, Ketut Kariyasa Adnyana. Anggota DPRD Bali itu mengatakan, rekomendasi diberikan pada Koster tinggal menunggu hari baik.

“Saya yakin 90 persen lebih, rekomendasi diberikan ke Pak Koster. Bu Mega punya feeling politik kuat, karena itu yang diberi rekomendasi hampir pasti Pak Koster,” ujar Kariyasa ditemui usai rapat paripurna DPRD Bali.

Ditanya apa alasan begitu yakin Koster mendapat rekomendasi, Kariyasa menyebut setidaknya ada tiga hal rekomendasi patut diberikan pada Koster. Apa saja? Dijelaskan, pertimbangan pertama Koster mendapat dukungan resmi dari DPC PDIP se-Bali sebagai calon tunggal Cagub Bali.

Dukungan dari kader tersebut dianggap sebagi modal ampuh untuk menggerakkan mesin partai guna memenangkan Pilgub. Tanpa dukungan kader cukup sulit meraih kemenangan. “Pilgub 2013 lalu kami lawan incumbent, kami hanya kalah tipis 800-a suara. Itu semua karena kader,” tukasnya.

Alasan kedua, sambung Kariyasa, Koster berhak mendapat rekomendasi karena sudah tiga periode menduduki kursi DPR RI. Bahkan, Pileg 2014 lalu Koster meraih suara terbanyak anggota DPR RI dari dapil Bali.

Pertimbangan ketiga, Koster sudah dipercaya Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, sebagai pucuk pimpinan partai di Bali. “Posisi sebagai ketua DPD PDIP Bali, setidaknya Pak Koster paling berhak mendapat rekomendasi,” papar pria yang juga sudah tiga periode menjadi anggota dewan itu.

Ditanya wakil yang pas untuk mendampingi Koster, politisi asal Busungbiu, itu menyebut nama Cok Ace. Katanya, memilih Cok Ace sebagai wakil merupakan pilihan paling realistis bagi PDIP. Sebab, Cok Ace bukan orang parpol yang memiliki gerbong besar namun memiliki dukungan sosial.

“Kalau mau irit biaya, bisa saja kami koalisi dengan Golkar. Tapi, perjalanan nanti ada gerbong lain masuk, itu yang susah,” tandasnya.

(rb/san/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia