Rabu, 20 Sep 2017
radarbali
Bali United

Borneo vs Bali United, Serunya Bentrok Saudara Satu Darah

Senin, 11 Sep 2017 08:15 | editor : ali mustofa

Irfan Bachdim menjalani debut bersama Bali United saat melawan Pusamania Borneo FC di Piala Presiden 2017

Irfan Bachdim menjalani debut bersama Bali United saat melawan Pusamania Borneo FC di Piala Presiden 2017 (dok.jawapos.com)

RadarBali.com - Jika di Liga Inggris ada derby tim sekota seperti derby antara Manchester United dan Manchester City dan derby Merseyside antara Liverpool dan Everton, di Liga 1 juga ada.

Bahkan, derby kali ini bisa dikatakan derby satu darah dan satu kota. Namun sekarang sudah berbeda pulau.

Malam hari ini, Bali United akan meladeni perlawanan tuan rumah Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda.

Disebut sebagai derby karena dua klub ini sebenarnya sama-sama berasal dari Samarinda dan dulu menjadi satu manajemen juga.

Kala pertama berdiri, Bali United masih bernama Bali United Pusam. Borneo FC juga masih bernama Pusamania Borneo FC (PBFC).

Bukan sejarah kedua tim yang akan dibahas. Tetapi bagaimana Bali United harus bisa memenangkan pertandingan jika ingin tetap berada di pucuk klasemen sementara Liga 1.

Selama dua pekan bertahta di singgasana Liga 1, Bali United harus merelakan sementara tahta itu diambil alih oleh tim kepolisian, Bhayangkara FC.

Bhayangkara FC Sabtu kemarin (9/9) baru saja memenangkan duel melawan Persipura FC dengan skor 2-1. Poin Bhayangkara berubah menjadi 46 sedangkan Bali United masih tetap 44 poin.

Masalahnya, Bali United belum pernah menang melawan “saudaranya” itu di Stadion Segiri. Di ISC A 2016 lalu, Bali United dihajar empat gol tanpa balas.

Apalagi Borneo sedang dalam tren positifnya setelah menang di dua pekan beruntun. Pertandingan kali ini juga bisa berlangsung seru karena sosok pelatih anyar Borneo FC, Iwan Setiawan.

Pelatih yang dijuluki Si Mulut Besar itu membuat pertandingan nanti bisa berlangsung panas. Dari kubu Borneo, Iwan tidak akan bisa memainkan Jefri Kurniawan dan Abdul Rahman karena terkena akumulasi kartu kuning.

Dari kubu Bali United, total ada tiga pemain yang harus absen. Ahn Byung Keon dan Marcos Flores masih dalam pemulihan cedera, serta Ngurah Nanak absen karena akumulasi kartu kuning.

Kembali Bali United harus memboyong dua bek tengah murni. Tetapi tidak perlu dirisaukan Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro.

Masih ada opsi untuk memainkan Ricky Fajrin di posisi bek tengah seperti saat dia membela Timnas Indonesia u-22.

Dari statistik saat Indonesia melawan Malaysia di babak semifinal SEA Games 2017, Ricky yang bermain di posisi bek tengah cukup apik.

Pemain yang diminati Mitra Kukar di musim depan itu berhasil membukukan dua kali tekel sukses, satu kali intercept, tujuh kali clearence, dan passing sukses sebesar 79 persen.

Untuk posisi yang ditinggalkan Marcos, Widodo Sepertinya akan menempatkan sang mega bintang Stefano Lilipaly.

Tapi, lini pertahanan Bali United harus waspada karena kehadiran sang mantan yang bisa saja menghancurkan impian Bali United untuk kembali ke puncak, Lerby Eliandry.

Lerby menjadi salah satu pemain lokal tersubur di Liga 1 dengan raihan 10 gol dan mengungguli pemain lokal lainnya di Liga 1. 

(rb/lit/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia