Senin, 23 Oct 2017
radarbali
icon featured
Zetizen Radar Bali

Terpilih Menjadi TMPI, Kevin Konsisten Jaga Kelestarian Budaya

Senin, 31 Jul 2017 17:00 | editor : ali mustofa

Ade Agoes Kevin Dwi Kesuma Parta (empat dari kanan) bersama para penerima penghargaan Tunas Muda Pemimpin Indonesia 2017 di Pekanbaru, Riau, 22 Juli lalu.

Ade Agoes Kevin Dwi Kesuma Parta (empat dari kanan) bersama para penerima penghargaan Tunas Muda Pemimpin Indonesia 2017 di Pekanbaru, Riau, 22 Juli lalu. (Istimewa)

RadarBali.com – Dunia sekolahan tidak melulu hanya berkutat pada akademik saja. Setiap anak juga harus diberi peluang untuk mengembangkan kreativitas dan kehidupan sosialnya.

Jika itu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan konsisten, bukan tidak mungkin prestasi yang gemilang akan melekat pada si anak.

Seperti pengalaman Ade Agoes Kevin Dwi Kesuma Parta yang baru saja dinobatkan sebagai Tunas Muda Pemimpin Indonesia (TMPI) dalam perhelatan Forum Anak Nasional pada 19-23 Juli lalu.

Sebagai insan muda yang menyukai seni dan budaya Bali, Kevin begitu getol melakoni hal yang disukainya itu.

“Dari kecil memang suka menari, memainkan tabuh, hingga pencak silat. Lama-lama jadi suka menginisiasi program-program yang berhubungan dengan seni dan budaya. Kadang mengajar tari untuk adik-adik di kampung juga saat ngayah ke pura,” ungkapnya.

Kevin yang saat ini juga aktif dalam Forum Anak Daerah Bali ini kemudian melihat kesempatan seleksi untuk menjadi TMPI sekitar bulan April 2017 silam. Ia pun mencoba peruntungannya dalam ajang tersebut.

“Sebenarnya sempat nggak pede. Tapi ya dicoba saja dulu. Kebetulan Bali juga sudah lama belum ada yang mendapat penghargaan ini,” ujar siswa SMAN 1 Denpasar ini.

Dijelaskan oleh Kevin, TMPI sendiri merupakan sebuah penghargaan bagi anak-anak Indonesia yang dapat memberi pengaruh positif pada lingkungannya.

Pesertanya merupakan anak-anak se-Indonesia yang diklasifikasikan sesuai jenjangnya masing-masing, mulai dari SD, SMP, dan SMA. Nantinya akan terpilih 4 orang dari masing-masing jenjang yang dinobatkan sebagai TMPI.

“Tahun ini ada penambahan penghargaan khusus untuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Makanya masing-masing jenjang terpilih 4 orang dari yang sebelumnya hanya 3 orang,” imbuh Kevin.

Seleksinya sendiri berawal dari seleksi berkas hingga tahap wawancara. Seleksi berkas dikirim langsung ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia.

Selanjutnya masuk ke tahap wawancara yang dilakukan lewat komunikasi telepon. “Sempat kaget juga sih ketika ditelepon. Apalagi waktu itu saya sedang tryout, jadi sempat minta ditelepon lagi beberapa saat kemudian,” kata Kevin.

Meski tidak menyangka, nyatanya Kevin terpilih menjadi TMPI 2017. Ia pun berangkat bersama delegasi Bali untuk Forum Anak Nasional di Pekanbaru, Riau untuk menerima penghargaan tersebut pada 22 Juli.

Dari situ, Kevin mengaku makin terpacu untuk memperdalam apa yang selama ini ia lakukan dan ingin lebih menginspirasi banyak anak muda.

“Pokoknya untuk anak-anak muda, jangan pernah ragu untuk mencoba dan berkarya. Lakukanlah dari hal-hal yang kecil, baru ke hal-hal besar. Kalau dari kecil sudah terbiasa berdedikasi pada lingkungan sekitar, astungkara suatu saat akan banyak hal-hal positif yang balik ke diri kita,” tandasnya.

(rb/fid/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia