Kamis, 21 Sep 2017
radarbali
Travelling

Wisatawan Asing Mulai Lirik Wisata Kota Tua

Sabtu, 15 Jul 2017 14:00 | editor : ali mustofa

JUJUKAN WISMAN: Dua orang wisman tengah menyusuri kawasan wisata kota tua yang ada di sepanjang Jalan Gajah Mada Denpasar.

JUJUKAN WISMAN: Dua orang wisman tengah menyusuri kawasan wisata kota tua yang ada di sepanjang Jalan Gajah Mada Denpasar. (Zulfika Rahman/Radar Bali)

RadarBali.com – Kota Denpasar sebagai Ibu kota Bali banyak menyimpan peninggalan bangunan lama peninggalan era kolonial.

Keberadaan bangunan lama yang berada di sepanjang Jalan Gajah Mada hingga museum Bali menarik wisatawan lokal untuk menikmati keindahan suasana kota yang berdampingan dengan Pasar Kumbasari. Bahkan, saat ini tak hanya menyedot pengunjung dari kalangan domestik, namun wisatawan mancanegara (wisman) kini juga membanjiri kawasan ini.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata AA Bagus Sudharsana mengungkapkan, Pemkot Denpasar sendiri menggandeng beberapa kalangan dari segi promosi termasuk melibatkan Badan Promosi Pariwisata daerah (BPPD) Kota Denpasar sebagai leading sektor promosi lokasi wisata yang ada di Kota Denpasar.

Termasuk baru-baru ini, kunjungan mahasiswa asal Australia yang belajar mendesain ukiran Bali. “Dari sini ada timbal balik, nantinya mereka yang juga akan mempromosikan wisata di kota Denpasar. Denpasar merupakan salah satu kota yang gencar mengembangkan wisata heritage,” tuturnya.

Wisata kota tua sendiri memiliki beberapa daya tarik tertentu, dari segi destinasi misalnya terdapat empat puri.

Mulai dari Pemecutan, Denpasar, Kesiman dan Jro Kuta. Selain kawasan Puri, ada juga beberapa Pura tua yang berada di sepanjang kawasan wisata kota Tua ini, seperti Pura Mospait, Pura Desa Denpasar, Jagatnata, dan keberadaan museum Bali.

“Tempat-tempat inilah yang menjadi lokasi favorit wisman. Sebenarnya ikon kami adalah di pasar Kumbasari yang masih terkendala pembangunan,” bebernya.

Mantan Kepala Bapelitbang Kota Denpasar ini menuturkan, ke depan ada beberapa tambahan lokasi yang akan dibuat.

Seperti halnya memanfaatkan bekas kantor Dinas Pariwisata yang berlokasi di Jalan Surapati. “Nanti akan dipusatkan sebagai kegiatan seni dan pertunjukan. Selain itu keberadaan Hotel Bali yang memiliki banyak cerita sejarah juga menjadi daya tarik kunjungan,” terang Sudharsana.

Ditambahkan, kunjungan wisman di kawasan kota tua tak kurang 20 wisman setiap hari yang berlalu lalang menikmati wisatawan kota tua.

Pihaknya berharap ke depan bisa meningkat. “Saat ini memang dikhususkan untuk promosi, dan tidak ada pembangunan fisik. Pembangunan hanya bersifat pembenahan beberapa infra struktur saja,” ungkapnya.

Sementara itu, banyaknya wisman yang berkunjung di kawasan Kota tua ini juga menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang.

Salah satunya, warung kopi “Bhineka Djaja” yang juga sudah ada sejak zaman kolonial dan merupakan saksi sejarah.

Jadi beberapa wisman menyempatkan diri untuk menikmati olahan kopi Bali jenis arabika dan robusta di tempat tersebut.

“Sehabis minum kopi, biasanya langsung membeli oleh-oleh berupa kopi dan teh yang sudah di kemas dan dijadikan oleh-oleh,” ucap Owner kedai kopi, Wirawan Tjahjadi.

(rb/zul/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia