Rabu, 20 Sep 2017
radarbali
Features
Ini Kondisi Ruang Kelas SDN 8 Padangsambian

Tetap Dipakai Belajar karena Siswa Banyak

Selasa, 11 Jul 2017 17:00 | editor : ali mustofa

BOLONG: Salah seorang siswa SDN 8 Padangsambian tampak memainkan tangannya ke tembok yang bolong, kemarin.

BOLONG: Salah seorang siswa SDN 8 Padangsambian tampak memainkan tangannya ke tembok yang bolong, kemarin. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Ternyata masih banyak fasilitas pendidikan di Kota Denpasar yang kondisinya sangat memprihatinkan. Seperti gedung Sekolah Dasar Negeri (SD) 8 Padangsambian di Jalan Kebo Iwa Utara, Banjar Batu Kandik, Kelurahan Padang Sambian, Denpasar, yang banyak rusak dan lapuk ini.

KADEK NOVI FEBRIANI, Denpasar

COBA bayangkan, dari jumlah 10 ruang kelas, ada enam ruang yang rusak. Terlihat dari pintu, atap, dan tembok sangat lapuk. Bahkan sering mengalami kebocoran di beberapa titik atap gedung utara sekolah tersebut.  

Tembok pun banyak yang keropos. Bila diamati dengan jeli, masih menggunakan batu kapur yang biasanya dipakai buat rumah di tahun 1980- an. Tidak hanya itu, ada satu kelas yang tak berisi pintu sama sekali, dan untuk kelas yang lain masing-masing pintunya masih tersisa satu.

Namun, pihak sekolah tetap menggunakan sebagai sarana belajar. Ini karena tidak ada lagi tempat untuk menampung siswa baru yang mencapai 90 orang. Kepala Sekolah SDN 8 Padang Sambian AA Rai Mianawati saat dikonfirmasi, kemarin (10/7) mengatakan bahwa sekolah yang mengalami kerusakan dari tahun 2009 ini terus mengalami tambal sulam. Rai mengaku sudah mengajukan pembangunan dari tahun 2016, namun tak terwujud sampai sekarang.

Rai hanya menerima janji manis dari pihak Disdikpora Kota Denpasar. Menurutnya, akan dilakukan pembangunan dengan anggaran 2017. Bahkan, menurut Mianawati dari pengajuannya itu sudah dikeluarkan DED gedung yang akan direhab tersebut.

Pada kenyataannya menurut Mianawati, saat dikonfirmasi dikatakan gedung sekolah tersebut belum masuk dalam rehab di tahun ini. Dari pihak Disdikpora akan diusulkan kembali pada 2018 mendatang. “Saya sudah mengajukan tahun 2016 untuk dilakukan perehaban, dan sudah ada DED juga, karena waktu itu yang membuatkan DED pihak pemerintah yang ke lapangan. Karena gambar yang saya ajukan tidak diterima. Mereka bilang akan bertingkat menjadi 4 kelas. Tapi, kenyataannya sampai sekarang belum ada,” keluhnya.

Selain itu, SK perobohan gedung juga belum dikeluarkan oleh Disdikpora Denpasar. Sehingga pihak sekolah belum berani mengambil keputusan kecuali masih memberlakukan kelas tersebut untuk belajar siswa baru.

“Bahkan, orang tua siswa saat mengantarkan anaknya juga tadi kebingungan saat hujan turun mau berteduh di mana. Beruntung masih bisa kami tambal yang bocor,” pungkasnya.

Sementara, Kasubag Perencanaan Disdikpora Kota Denpasar I Made Sudarya saat dikonfirmasi dia mengatakan bahwa lagi - lagi persoalan anggaran pemerintah Kota Denpasar yang terbatas. Sehingga belum bisa memasukkan SDN 8 Padangsambian diperbaiki tahun 2017.

“Gimana lagi, ya. Persoalannya anggaran sedikit sehingga tidak bisa dimasukkan di tahun ini,” ujarnya.

Dijelaskan, jumlah sekolah rusak awalnya 167 sekolah, namun yang sudah diperbaiki 51 sekolah. Jadi, Kota Denpasar sampai saat ini memiliki 115 sekolah yang rusak.

Selain itu, sudah ada  50 DED  yang masih belum bisa  dianggarkan, karena anggaran untuk jumlah tersebut membutuhkan sekitar Rp 240 miliar dalam penyelesaiannya ia berharap di tahun 2018 bisa terakomodasikan.

 Dikonfirmasi secara terpisah dengan Kadisdikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan mengaku baru mengetahui SDN 8 Padangsambian dalam kondisi mengenaskan saat koran ini meminta konfirmasi. Maklum, Gunawan memang belum ada sebulan menjabat kadisdikpora setelah dimutasi Juni lalu. Diakuinya pihaknya akan mengecek ke lapangan.  “Saya akan cek ya, terima kasih informasinya,” ucapnya singkat. (/pit)  

(rb/feb/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia