JawaPos Radar | Iklan Jitu

Cuaca Ekstrem Indonesa

Kawasan Pegunungan Dieng Sempat Alami Hujan Es

06 Juli 2018, 18:48:30 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Kawasan Pegunungan Dieng Sempat Alami Hujan Es
Suasana Candi Arjuna saat hujan es. (Istimewa for JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Cuaca dingin di Kawasan Dieng Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (6/7) terjadi karena sempat terjadi hujan es. Sehingga, masyarakat di sekitar sana merasa suhu yang dingin luar biasa. Apalagi berdasarkan data BMKG, suhu Wonosobo mencapai 5 derajat celcius.

Ruby, 34, salah seorang warga Wonosobo mengaku suhu ekstrem itu baru terjadi sekali pada 2018 ini. "Iya tadi pagi terjadi hujan es. Kalau sampai sore suhu dinginnya masih terasa," kata bapak dari dua orang anak itu kepada JawaPos.com, Jumat (6/7).

Beberapa objek wisata di sana, yakni Kawasan Dieng Plateu, Gunung Prau, Bukit Sikunir masih dibuka umum. "Kalau kemarin masih bisa dikunjungi, cuma kalau besok belum tahu," ungkap dia.

Kawasan Pegunungan Dieng Sempat Alami Hujan Es
Salah satu kayu yang diselimuti es di Dieng, Wonosobo. (Istimewa)

Sementara itu, Amira, 24, mengatakan, suhu dingin sudah terjadi sejak Kamis (5/7) kemarin. "Tiap malem gils, 12 derajat di rumahku. 21 derajat udah paling panas. Tiap pagi 14 derajat," ungkap perempuan berhijab warna putih itu.

Menurut dia, embun yang turun hingga menjadi es. Jadi menambah dingin kawasan Dieng. "Embunnya saja jadi es. Jadi makin dingin deh," pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah daerah Indonesia sedang mengalami cuaca dingin pagi hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan karena Indonesia mendapatkan pengaruh dari aliran massa dingin dari Australia yang menuju ke Asia pada Juli sampai Agustus 2018.

Hal ini dibuktikan di beberapa daerah seperti di Jakarta, pagi ini suhu mencapai 21 derajat celcius, sedangkan di Bandung 15 derajat celcius. Daerah Lembang bahkan mencapai 9 derajat celcius dan di Malang, Jatim, suhu mencapai 17 derajat celcius.

"Ada pengaruh Monsun Australia yang anginnya ini melewati Indonesia," kata Kepala Humas BMKG Harry Tirto Djatmiko kepada JawaPos.com, Jumat (6/7).

Dirinya menuturkan, aliran massa dingin ini menyebabkan perubahan suhu di sejumlah wilayah Indonesia yang berada di sebelah selatan Khatulistiwa. "Mulai dari Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jabar, DKI, Jateng, Jatim, NTT, Bali," terang dia.

Harry menerangkan, penurunan suhu ini bila dirata-rata bervariasi di seluruh Indonesia. Dia mencatat angka yang terendah mencapai 5 derajat celcius seperti di wilayah dataran tinggi, seperti di Dieng.

"Pagi udara dingin, siang ada angin cukup kencang, dan sore dingin lagi, dan di laut ada gelombang tinggi. Bisa dirasakan juga saat mandi sore air terasa lebih dingin," pungkasnya.

Jadi, menurutnya tidak heran jika terjadi perubahan suhu yang cukup drastis. Namun, Harry meminta masyarakat tidak perlu khawatir atas perubahan suhu ini hal yang biasa setiap tahun.

"Ini masih dalam tataran normal di bulan Juli-Agustus. Jadi masyarakat persiapkan dirinya jika tidak kuat dengan cuaca dingin harap mengenakan pakaian yang hangat," terangnya.

(ce1/rgm/yln/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up