Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Bali United

Bali United v Persipura , Ayo Pecah Telur Guys..!!

Minggu, 23 Apr 2017 15:00

Bali United v Persipura , Ayo Pecah Telur Guys..!!

TEAM MATE DI TIMNAS: Irfan Bachdim saat Bali United melawan Celebest FC dalam Trofeo. Dan kapten Persipura Boaz Solossa (foto kanan). (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

RadarBali.com - Bali United untuk pertama kalinya akan memainkan laga kandang dalam kompetisi resmi nasional (Liga 1 2017). Minggu sore ini (23/4), Serdadu Tridatu akan menjamu juara tiga kali ISL (2008/2009, 2010/2011 dan 2012/2013), yakni Persipura Jayapura di stadion Dipta, Gianyar.

Laga ini menjadi istimewa, karena sejak berkandang di Bali pada 2015, Bali United hanya memainkan laga kandang untuk turnamen dan uji coba.

Karena saat ISL 2015 yang dihentikan, dua laga perdana Bali United dimainkan di luar kandang.

Selain itu, laga ini sore ini juga akan menjadi duel duet striker Timnas yang top saat AFF Cup 2010 silam, yakni Irfan Bachdim di kubu Bali United dan kapten Persipura Boaz Solossa. 

Nah, mampukah Fadil Sausu dkk memecah telur untuk meraih poin penuh pertama di Stadion Dipta dalam kompetisi resmi mereka? 

Kekalahan 0-2 dari Madura United di Stadion Gelora Ratu Pemelingan, Pamekasan, minggu lalu, membuat Bali United tak boleh kehilangan poin lagi sore ini.

Selain keuntungan kandang, sang tamu juga meraih hasil buruk pada laga perdana.

Persipura di luar dugaan ditahan 1-1 Persegres Gresik United di kandang mereka stadium Mandala, Jayapura.

Jika ingin menang melawan Mutiara Hitam-julukan Persipura, Bali United harus bisa bermain tanpa cela.

Fadil Sausu dkk harus bisa memanfaatkan peluang sebaik mungkin dan meminimalisir kesalahan.

Secara head to head, Persipura memiliki rekor lebih baik. Dari lima kali pertemuan, dihitung sejak ISL 2015, Persipura meraih dua kemenangan, sementara Bali United mencatatkan satu kali kemenangan, dengan dua pertandingan lainnya berakhir imbang dalam laga waktu normal.

Namun, satu pertandingan, yakni saat Sudirman Cup 2015 yang berakhir imbang 1-1 akhirnya dimenangkan Bali United dengan skor 4-1, karena Sudirman Cup tak mengenal hasil imbang.

Sedangkan pada pertemuan dalam putaran II ISC A 2016 lalu, Bali United dipermalukan Persipura dengan skor tipis 0-1.

Pelatih Bali United Hans Peter Schaller sepertinya tidak ingin menanggung malu kembali.

Ini bisa saja menjadi ujian Peter Schaller dalam menangani Bali United. Saat konferensi pers di Natya Hotel Sabtu siang kemarin (22/4), dua mengatakan jika sangat antusias untuk menatap laga hari ini.

“Ini pertandingan pertama kami di kandang. Kami sangat antusias melawan Persipura. Jadi, sangat menarik untuk dinantikan pertandingan besok (hari ini, Red),” jelasnya.

Pertandingan perdana Bali United gagal memetik poin. Berbagai evaluasi juga sudah dilakukan pelatih asal Austria ini dalam satu minggu terakhir ini.

Melihat performa anak asuhnya dalam satu minggu persiapan, dia bahkan sangat optimis bisa meraih tiga poin di kandang sendiri.

“Memang hasil sebelumnya tidak sesuai harapan kami. Tapi perbaikan-perbaikan sudah dilakukan dalam minggu ini dan saya rasa kami bisa meraih hasil yang positif saat melawan Persipura,” ucapnya.

Jangan ada kesalahan. Itu yang dipertegas oleh mantan arsitek Timnas Laos ini. Skuadnya diultimatum agar tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun saat melawan Persipura.

Jika ada kesalahan sedikit, Mutiara Hitam bisa langsung menghukum I kadek Wardana dkk tanpa ampun.

“Terlepas dari tekanan tim lawan, kami tidak boleh melakukan satu pun kesalahan. Kami harus bekerja keras di pertahanan dan harus bisa memenangkan pertandingan. Saya akui juga beberapa kesalahan yang tidak perlu di laga terakhir dan itu harus dihilangkan,” ucap Peter Schaller.

Pelatih berusia 54 tahun ini juga mewaspadai para pemain Persipura yang sewaktu-waktu melepaskan tendangan dari kotak penalty Bali United.

Hal tersebut dianggap berbahaya oleh Peter Schaller. Apalagi ada dua nama yang sedikit diwaspadai yakni Boaz Solossa dan Ferinando Pahabol.

“Saya tahu mereka berdua (Boaz dan Pahabol, Red). Boaz adalah penyerang yang bagus. kami harus waspadai itu. tapi kami tidak hanya melihat dua pemain itu saja. Persipura ini adalah satu kesatuan yang sangat padu. Yang jelas, jangan beri ruang untuk menembak,” ucapnya.

Dia juga berharap jika suporter akan datang ke stadion untuk mendukung Bali United berlaga.

“Saya berharap dukungan fantastis suporter se[erti saat Piala Presiden ataupun Trofeo Bali Island Cup. Dukungan suporter sangat penting untuk kami,” bebernya.

Di kubu Persipura, skuad asuhan Liestiadi ini dipastikan tanpa tiga pilar mereka yakni Osvaldo Ardiles Haay, Izaac Wanggai, dan Patrick Wanggai.

Osvaldo Haay absen karena TC Timnas U-22 dan Wanggai bersaudara absen karena masih dalam pemulihan cedera.

Absennya tiga pilar Persipura ini tidak terlalu dipusingkan oleh pelatih anyar mereka, Liestiadi. Saat latihan di Lapangan Trisakti pagi kemarin, Liestiadi akan memanfaatkan pemain yang ada.

Jika dilihat dalam latihan kemarin, tim inti hampir seluruhnya adalah pemain lokal. Hanya penjaga gawang asal Korea Selatan Yoo Jae-Hoon saja yang berstatus pemain asing.

“Kami mungkin akan memanfaatkan pemain yang ada saja. Beberapa pemain asing kami juga masih dalam kondisi yang kurang fit. Kami ingin memanfaatkan pemain lokal dulu,” terangnya.

Mantan arsitek Persegres Gresik United ini menuturkan, pemain lokal yang dimiliki oleh Persipura tidak kalah bagusnya dari pemain Bali United.

Dengan materi pemain yang ada saat ini, dia masih memiliki optimisme tinggi untuk bisa meraih tiga poin di kandang Bali United.

Ini akan meningkatkan moral anak asuhnya karena usai pertandingan pekan kedua, Ferinando Pahabol dkk akan langsung menuju Padang untk persiapan menghadapi Smeen Padang di pekan ketiga.

“kami kesini (Bali, Red) bukan jalan-jalan dan kami juga tidak terlalu memikirkan hasil minggu lalu. Kami harus bisa mendapatkan tiga poin atau setidaknya bisa mencuri poin lawan Bali,” tegasnya.

Dalam latihan kemarin, Ricardo Salampessy terlihat tidak mengikuti latihan. Selain itu, Ricardinho juga terlihat hanya berlatih di pinggir lapangan saja.

 “Hanya tertarik ototnya Ricardo. Bukan cedera. besok (hari ini, Red) mereka sudah bisa main,” ucapnya.

Bali United dan Persipura sama-sama mengusung formasi 4-2-3-1. Kedua pelatih mengubah strategi dari pelatih sebelumnya yang sama-sama menerapkan formasi 4-3-3 di era kepelatihan Indra Sjafri di Bali United ataupun Angel Alfredo Vera di Persipura Jayapura.

“Kami sudah analisa bagaimana permainan Bali United. Yang saya lihat, permainan Bali United sudah tidak monoton seperti saat dilatih Indra Sjafri. Hans Peter membuat Bali United tidak monoton lagi kalau saya lihat dari beberapa pertandingan. Tetapi kami sudah membuat strategi untuk mematikan gaya permainan Bali. Kami sudah ada cara untuk counter permainan mereka. Lihat saja di pertandingan,” tutur mantan Pelatih Persijap Jepara ini. (lit/han)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia