Selasa, 26 Sep 2017
radarbali
Produk

Diserbu Daging Impor, Daging Lokal Kesulitan Pasar

Kamis, 20 Apr 2017 13:00

Diserbu Daging Impor, Daging Lokal Kesulitan Pasar

RadarBali.com – Sejumlah pengepul daging sapi di wilayah Denpasar mengaku kesulitan dalam memasarkan barang dagangannya sejak setahun lalu. Kondisi ini lantaran keberadaan daging impor yang kini menyasar ke beberapa rumah makan serta hotel serta perusahaan pangan di Bali.

Harga yang murah membuat sejumlah orang beralih kepada daging sapi impor.

Seperti yang diungkapkan Muhammad Nuh, pengepul daging dari UD Rizky Jaya ini mengakui, kondisi saat ini berbeda dari tahun 2015 lalu.

Di mana penjualan daging miliknya sejak setahun terakhir hingga saat ini mengalami kesulitan.

Bahkan, selain menyasar pasar-pasar, sejumlah seales daging impor kini mulai menwarkan barang ke beberapa pengepul bahkan jagal sapi.

 “Saya di tawari cuma saya tolak. Saat ini banyak daging impor dari India, Australia, New Zealand dan Amerika masuk ke Bali. Kalau di pasar tradisional daging impor kurang diminati, makanya sasarannya rumah makan, pengepul dan perusahaan,” ujarnya ditemui di kantornya wilayah Serangan.

Alasan ia menolak lantaran dari segi kualitas daging impor masih kalah jauh dengan daging sapi lokal.

Termasuk dari sisi harga. Perkilo daging sapi impor kualitas 2 dibanderol Rp 63 ribu.  Sedangkan untuk daging kelas 1 dibanderol dengan harga Rp Rp 72 ribu hingga Rp 85 ribu.

Sedang harga daging sapi lokal Bali perkilo Rp 85 ribu, dan untuk daging kelas 1 mencapai Rp 95 ribu hingga Rp 100 ribu.

 “Dari harga memang sangat jauh harga antara daging sapi lokal Bali dengan impor. Kalau dari segi kualitas pun jauh dengan daging sapi lokal lebih bagus,” ucapnya. Karena itu dia memilih mengurangi pemesanan daging sapi yang didapat dari wilayah Karangasem. (zul/rid)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia