Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Bali Dwipa

Mudana - Sukarja TSK OTT, Pemkab Tolak Beri Advokasi

Senin, 19 Jun 2017 07:00

Mudana - Sukarja TSK OTT, Pemkab Tolak Beri Advokasi

KAWAL: Polisi menggeledah ruangan Nyoman Sukarja lalu menyita sejumlah barang dan uang Rp 15 juta dikawal Kadis Mudana (Indra Prasetia/Radar Bali)

RadarBali.com – Pemerintah kabupaten Gianyar tidak akan turut campur dengan penangkapan yang berlangsung di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu (DPMPPST) Gianyar pada Jumat lalu (16/6).

Pihak pemkab menyerahkan sepenuhnya masalah itu kepada I Ketut Mudana selaku Kepala DPMPPST Gianyar,

dan I Nyoman Sukarja selaku Kepala Bidan Perizinan dan Non Perizinan B DPMPPST yang telah ditetapkan menjadi tersangka.

Kabag Hukum Pemkab Gianyar Dewa Apramana, menyatakan, biasanya bila ada pegawai negeri sipil (PNS) terjerat kasus pidana, tidak akan dibantu oleh pemkab.

 “Seperti yang sudah-sudah berjalan, ketika ada kasus pidana melilit pegawai, tidak ada upaya hukum, tidak ada bantuan hukum,” tegas Dewa Apramana, kemarin (18/6).

Dia menjelaskan, berbeda jika pegawainya atau institusi terjerat kasus perdata. “Kalau perdata baru ada upaya hukum,” terangnya.

Jika ada yang terjerat perdata, pihak Bagian Hukum pun akan sibuk untuk melakukan semacam pembelaan.

Walau Mudana dan Sukarja terjerat kasus pidana pungutan liar (pungli), Apramana tetap menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan tertinggi di Pemkab Gianyar.

“Tetap kami laporkan, tentunya kembali lagi ke pak bupati nanti bagaimana sikap beliau,” beber Dewa Apramana.

Disinggung soal penangkapan dengan barang bukti uang tunai Rp 15 juta hasil tersebut, Apramana mengaku belum tahu menahu.

Dia sendiri mengaku belum menerima surat resmi dari Polda Bali mengenai penangkapan dua pejabat teras di lingkup Pemkab Gianyar itu.

 “Kalau baca dari koran sudah, tapi secara resmi belum sampai ke meja kami,” ujar Apramana, dihubungi kemarin (18/6).

Dijelaskan Apraman, saat operasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Polda Bali pada Jumat lalu, sudah sore.

“Saat itu sudah banyak yang pulang, dan Sabtu-Minggu libur, jadi kemungkinan ada pemberitahuan Senin (hari ini, red),” jelas Apramana.

Yang jelas, pasca penangkapan, Senin ini rencananya akan ada rapat bersama instansi terkait masalah tersebut. “Kami koordinasi dulu bersama,” pungkas Apramana.

Sementara itu, pasca ditangkapnya Ketut Mudana dan Kabidnya Nyoman Sukarja, pemkab menunjuk secara lisan Asisten Administrasi Umum Pemkab Gianyar, I Wayan Sudamia sebagai pelaksana tugas Kepala DPMPPST Gianyar.

Seperti diketahui, Sudamia ini juga merangkap sebagai pelaksana harian sekda Gianyar. Wakil bupati Gianyar, Made Mahayastra, belum memberikan tanggapan kepada koran ini.

Begitu juga dengan asisten administrasi umum, I Wayan Sudamia memilih no coment dan mengaku akan merapatkan barisan dulu Senin ini. (dra/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia