Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Bali Utama

Sebelum Hantan Truk, Minibus Ngebut di Jalur Setan

Senin, 19 Jun 2017 06:00

Sebelum Hantan Truk, Minibus Ngebut di Jalur Setan

EVAKUASI: Petugas dan warga mengevakuasi tubuh korban yang terjepit body mobil travel (Istimewa)

RadarBali.com  – Sejumlah saksi mata menyebut,  sebelum mengalami kecelakaan, mobil travel yag dikemudikan Subagio,50, alias Pak Yok, asal Jember, ngebut dijalan.

Bahkan beberapakali menyalip kendaraan lain meski arus lalulintas cukup padat. “Mobil saya disalip saat beriringan

dengan kendaraan lain lalu masuk didepan. Saya sampai kaget. Travel itu memang ngebut dijalan,” ujar salah seorang pemudik.

Setibanya di kilometer 122 sekitar 300 meter disebelah barat Pura Tirta Empul Hulu, sekitar pukul 21.00 mobil travel warana kuning S 7485 N yang memuat 11 orang rombongan

buruh proyek vila di Petitenget Denpasar asal kecamatan Panti, Jember dan satu orang sopir cadangan itu tiba-tiba oleng lalu terguling tidak terkendali dan masuk ke jalur kanan.

Saat bersamaan dari arah berlawanan muncul truk tronton DK 9455 WL yang dikemudikan I Putu Sarga, asal banjar  Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Negara.

Akibatnya tabrakan antara travel dengan truk tronton yang memuat 15 ton semen dijalan yang dikenal jalur angker itu tidak bisa dihindari.

Benturan keras yang terjadi membuat mobil travel remuk dan sebagian penumpangnya termasuk sopir tergencet didalam mobil.

Tidak lama kemudian polisi yang mendapat laporan kecelakaan datang ke TKP untuk mengevakuasi korban.

Upaya evakuasi yang dilakukan cukup kesulitan untuk mengeluarkan korban yang tergencet sehingga bodi mobil terpaksa dipotong dengan las.

Lima orang penumpang, sopir dan Achmad Haris, sopir cadangan ditemukan meninggal dengan tubuh mengalami luka parah dan patah tulang.

Subagio, kondisinya paling parah. Kepalanya hancur dan tubuhnya remuk tergencet bodi mobil yang dikemudikanya.

6 orang yang mengalami luka-luka kemudian dilarikan ke Puskesmas Gilimanuk untuk mendapat pertolongan.

Setelah semua korban luka-luka dievakuasi kemudian korban meninggal dibawa ke Puskesmas Gilimanuk.

Pertama ada dua korban meninggal yang dibawa ke Puskesmas. Sekitar satu jam kemudian dua korban meninggal tiba di Puskemas.

 “Dua korban masih belum bisa dievakuasi karen tergencet,” ujar Agung Werdi sopir Ambulans Puskesmas Gilimanuk.

Abdul Razak, 29,  asal dudun Glengseran, desa Suci, Panti jember saaat baru tiba di Puskesmas kondisinya masih baik.

Bahkan masih bisa menceritakan kejadian naas yang menimpa mobil travel yang ditumpanginya.

“Mobil yang kami tumpangi memang ngebut. Kemudian oleng lalu bertabrakan. Setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi,” ujar Razak

yang mengalami luka robek ditangan kepala dan mengeluh pangkal pahanya sakit dan nafasnya sesak sebelun dirujuk.

Sedangkan dua korban yang mengalami luka ringan  yakni Taufik Hidayat, 20, dan Rizki, 22, dirawat di Puskesmas Gilimanuk.

Namun setelah lukanya dijarit kondisi Abdul Rozek menurun sehingga dia dirujuk ke RSUD Negara bersama tiga orang yang mengalami luka berat.

Yakni, Joko Liswanto,24, dan  Moh Ridwan,22, Abu Amin,48, Namun dalam perjalanan ke RSU Negara, Abdul Rozek, mengembuskan napas terakhirnya sehingga korban jiwa menjdi 8 orang.

Taufik Hidayat yang mengalami luka ringgan tampak sangat shok. Dia juga mengatakan kalau mobil travel yang menjadi langganan mereka untuk bolak-balik Bali Jember itu ngebut dijalan.

“Dari berangkat sudah ngebut. Kami semua mau pulang mudik untuk merayakan Lebaran,” ujarnya. (nom/bas/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia