Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Bali United

Ayo Manfaatkan Trend Negatif Singo Edan

Jumat, 16 Jun 2017 08:00

Ayo Manfaatkan Trend Negatif Singo Edan

LATIHAN TERAKHIR: Sylvano Comvalius berlatih bersama Hasyim Kipuw dua hari lalu. Sabtu besok mereka bakal menghadapi Arema di Stadion Gajayana, Malang (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

RadarBali.com – Skuad Bali United sudah tiba di Malang, Jawa Timur, Kamis kemarin (15/6) dengan memboyong 26 pemain.

Rombongan Serdadu Tridatu menginap di Hotel Aria Gajayana, Malang. Seluruh skuad Bali United memiliki optimisme yang tinggi untuk bisa mengalahkan tuan rumah Arema FC Sabtu besok (17/6) di Stadion Gajayana, Malang.

Kedua tim sama-sama akan mengeluarkan skuad terbaiknya. Empat pemain dari Arema FC dan Bali United yang sebelumnya bergabung di Timnas, juga sama-sama sudah kembali untuk memperkuat tim masing-masing.

Kedua tim juga sama-sama kehilangan satu pemain. Di kubu tuan rumah, Esteban Viscarra tidak akan dimainkan karena masih mengalami cedera kaki.

Dari Bali United, bek tengah Agus Nova Wiantara tidak diboyong ke Malang karena masih mengalami cedera.

Yang jadi masalah adalah, Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro harus putar otak siapa yang akan diduetkan bersama dengan Ahn Byung Keon? Apakah Abdul Rahman Sulaiman atau AAN Wahyu Trisnajaya?

Terlepas dari hal itu, Miftahul Hamdi tetap yakin jika timya bisa memetik tiga poin di Malang. Dia tidak ingin mengingat kembali hasil buruk yang didapat timnya saat dikalahkan Bhayangkara FC.

Saat itu, dia juga tidak bisa memperkuat tim bersama empat pemain lainnya karena harus membela Timnas Indonesia dalam dua laga uji coba.

“Yang pasti, hasil kemarin (lawan Bhayangkara, Red) hasilnya sangat sedih. Mudah-mudahan kami bisa meraih hasil maksimal melawan Arema nanti,” ucapnya.

Berbeda dengan rekan setimnya yang lain, tren negatif Singo Edan yang sedang menurun bisa dijadikan keuntungan tersendiri bagi Bali United.

“Tahu sendiri tren Arema sekarang bagaimana. Ini menjadi keuntungan bagi kami juga,” ungkapnya.

Tetapi, dengan sama-sama memiliki pemain yang sudah kembali dari Timnas Indonesia, peluang Bali United memenangkan pertandingan sama dengan tuan rumah.

Sekarang ini bagi Bali United adalah bagaimana bisa melakukan serangan balik yang akurat dan tepat. Sebab, pertahanan Arema FC cukup kedodoran dalam 10 laga terakhir Liga 1.

Apalagi lini depan Arema sedikit mandul. Skuad asuhan Aji Santoso ini hanya mampu melesakkan tujuh gol dan harus kebobolan delapan gol.

Kekalahan terbesar Arema FC tercipta saat dikalahkan tuan rumah Persela Lamongan dengan skor 0-4.

“Kami tidak boleh lengah. Poin kami hanya berjarak satu poin saja. kami harus berusaha dan fight. Kami harus all out menyerang dan setidaknya kami harus melakukan counter attack cepat,” imbuhnya. (lit/mus)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia