Sabtu, 18 Nov 2017
radarbali
Bali Dwipa

Warga Selat Berharap Bedah Rumah Tak Sebatas Janji

Sabtu, 13 May 2017 13:20

Warga Selat Berharap Bedah Rumah Tak Sebatas Janji

BUTUH BANTUAN: Rumah Made Sundanta, warga Geriana Kangin yang terbilang sangat sederhana. (Wayan Putra/Radar Bali)

RadarBali.com - Program bedah rumah selama ini memang manis terdengar. Terlebih, bagi warga miskin program ini bagaikan angin surge.

Namun faktanya banyak yang menimbulkan kekecewaan. Dari salah sasaran sampai janji-janji melulu namun program tersebut belum juga terealisasi.

Sebut saja Made Sundanta, 38, salah satu warga Geriana Kangin, Duda Utara, Selat, ini terpaksa berjejelan tinggal di gubuk sederhana berlima bersama dengan anak istrinya.

Jawa Pos Radar Bali kemarin (12/5) sempat melihat kondisi rumah tersebut.  dimana sebuah gubuk yang terbuat dari dinding gedeg dengan atap campuran antara seng bekas dan asbes.

Rumah tersebut hanya berukuran 3x4 meter dengan berlantai tanah. Di rumah inilah dia tinggal bersama sang istri Ni Wayan Cenik Merta beserta tiga orang anaknya yang masih kecil-kecil.

Saat musim hujan menurut Sundanta rumah tempat tinggalnya tersebut kerap bocor di sana sini. Terpaksa dia pasang terpal plastik agar bisa berteduh.

Sementara listrik sendiri masih menumpang di tetangga. Dimana satu meteran listrik dipergunakan untuk empat kepala keluarga.

Sudanta sendiri sehari hari hanya bekerja sebagai buruh batu hitam. “Kalau ada proyak kerja.  Kalau tidak ada proyek, terpaksa nganggur,” tandas dia.

 

Sang istri sendiri juga turut membantu keuangan keluarga dengan membuat kerajinan anyaman. Namun, itu juga belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Saya berusaha ngurus Kartu Karangasem Sehat dan BPJS, tapi belum dapat. Untuk membayar uang iuran, saya tidak mampu,” tandas dia. Kendati kekurangan, dia tetap berusaha untuk menyekolahkan anaknya.

“Kalau saya punya rumah, tentu lebih tenang untuk bekerja,” tukas dia.

Di bagian lain Kadis Sosial Karangasem Ni Ketut Puspa Kumari mengaku masih ada beberapa warga miskin yang belum mendapat jatah bedah rumah. (tra/gup)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia