Sabtu, 18 Nov 2017
radarbali
Bali Utama
International Media Visit 2017

Cerita Dari Para Perantau Asal Indonesia di Negeri Kangguru

Senin, 08 May 2017 10:50

Cerita Dari Para Perantau Asal Indonesia di Negeri Kangguru

SEMANGAT KEKELUARGAAN : Doni Tandjung (paling kiri) dan Wayan Widnya (paling kanan) asyik musik di acara perkumpulan mingguan Seharum Nusantara, di kawasan Port Jackson Boulevard 166, Clear Island Water, Queensland, kemarin. (Hari Puspita/Radar Bali)

RadarBali.com - Bagi warga Bali dan warga Indonesia lain, di tanah rantau, di negeri orang yang jauh dari kampung halaman, berkumpul, bertukar cerita, berbagi masakan daerah asal, adalah kenikmatan yang luar biasa. Hal ini juga yang dirasakan para perantau Nusantara  di Negeri Kanguru, Australia.

Di negara sebelah timur negara bagian Queensland, Australia  para perantau asal Indonesia punya wadah perkumpulan bernama Seharum Nusantara, yang rutin berkumpul di Gold Coast.

Di kota di bagian timur Queensland, Australia,  yang berpenduduk 482.700  ini mereka membentuk perkumpulan warga Indonesia.

Anggota mereka terdiri dari beragam profesi. Dari pekerja bengkel, seniman, orang kantoran hingga mahasiswa.

“Di sini kami berkumpul untuk membuang rasa jenuh,” ungkap Bambang Kuncoro, humas Seharum Nusantara, saat bertemu rombongan jurnalis dari Bali dan NTB, bersama Reskiana Ramli, staf konsulat dan staf kedutaan Australia, Angky Septiana, hari Minggu kemarin (7/5), di Gold Coast serangkaian International Media Visit (IMV) 2017.

Perkumpulan ini biasanya berkumpul di hari Minggu. Bagi mereka ini seperti  oase yang menyegarkan.  “Ya, begini ini keakraban kami,” ungkap Thia Taylor, pimpinan Seharum Nusantara.  

Wanita asal Bandung, istri dari Ronald Taylor, warga Australia ini sudah 20 tahun tinggal di negara tersebut.

Dia bersama pegiat perkumpulan tersebut  sibuk menjembatani warga Indonesia di Negara tetangga itu sampai saat ini, sehingga punya ikatan emosional yang kuat.
Di wadah para perantau tersebut  tak sekadar berhura-hura melepas kangen tentunya. Tapi, juga semacam ikatan suka duka.

Mencari dan mengumpulkan warga negara Indonesia di kawasan Queensland dan sekitarnya.  Juga memperkenalkan adat, seni budaya, negerinya.

“Kami saling membantu kalau ada kesulitan,” ujar Gede Kusuma alias Gede Jojon, asal Singaraja, yang sudah empat tahun di Queensland.

Saat wartawan Jawa Pos Radar Bali bertandang di markas mereka, di kawasan Port Jackson Boulevard 166, Clear Island Water, Queensland, suasana keceriaan dan kegembiraan pun begitu terasa.

“Ini momen yang luar biasa,” ungkap Bambang, di kesempatan tersebut.

Pria kelahiran Tanjung Karang, Lampung, ini mengaku bahagia luar biasa kalau sudah berkumpul dengan saudara setanah air.

“Ini kegembiraan dan kebahagiaan yang tidak ternilai. Tidak terbeli bagi kami,” jelasnya. Di akhir acara, selain ditutup dengan lagi Kemesraan-nya Iwan Fals juga makan bersama. (pit)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia